Reportase VISITING KELAS V KE TMII

Temukan Jenis Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia di TMII

“Sebagai tamu, kita harus mampu menjaga adab sebagai tamu. Ingat, di dada Antum tertulis nama Insantama. Di mana pun Antum berada, orang pasti akan melihat Antum sebagai siswa SDIT Insantama. Jadi, jagalah nama baik Antum dan juga sekolah Antum,” tegas Pak Agus Sulaeman saat memberi sambutan pemberangkatan pada kegiatan visiting kelas V ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada hari Rabu, 16 Oktober 2019. Semua siswa kelas V berkumpul di Masjid Nurul Amal Gunung Batu sebagai tempat basecamp. “Kegiatan visiting ke TMII dalam rangka juga untuk menambah ilmu dan pengetahuan, jadi manfaatkan dengan baik kesempatan ini. Jangan disia-siakan,” imbuh Pak Agus, memberi motivasi kepada para siswa. Setelah itu, Pak Sodik Permana sebagai PJ visiting mempersilahkan para siswa per kelompok untuk memasuki bis. Terdapat 3 bis yang akan membawa rombongan kelas V SDIT Insantama ke TMII.

Sesi pemberian sambutan dan penjelasan terkait tata tertib kunjungan oleh panitia di Masjid Nurul Amal…

Tepat pukul 06.30, rombongan bis meninggalkan Masjid Nurul Amal, membelah kepadatan lalu lintas Kota Bogor. Jalanan padat merayap dan harus berhenti beberapa lama di beberapa titik kemacetan harus dinikmati. Maklum, hal ini karena Kota Bogor sudah mendapatkan julukan baru sebagai Kota Macet, setelah julukan sebelumnya sebagai Kota Sejuta Angkot masih melekat erat. Butuh waktu hampir 30 menit untuk bisa ‘mengurai’ dan lepas dari kemacetan. Rombongan bis pun akhirnya bisa melaju di jalanan tol Jagorawi menuju arah Jakarta menempuh perjalanan dengan destinasinya TMII. Perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 55 menit untuk sampai di area TMII. Alhamdulillah, lumayan lancar.

Destinasi awalan yang dituju adalah anjungan rumah adat. Ada beberapa rumah adat yang dikunjungi para siswa, yaitu anjungan rumah adat Provinsi Sumatera Barat, anjungan Provinsi Sumatera Utara, anjungan Provinsi Daerah Istimewa Aceh, dan anjungan Provinsi Kalimantan Barat. Setiap anjungan memiliki keunikan masing-masing. Beberapa kali, Pak Yeri sebagai seksi dokumentasi, meminta para siswa untuk berbaris untuk diambil gambarnya. Setelah itu, para siswa sibuk kembali mengisi lembar LKS yang sudah dibagikan, berisi beberapa nomor soal dan juga ada aktivitas menggambar salah satu rumah adat yang ada. Kegiatan mengamati rumah adat memerlukan waktu kurang lebih 1 jam. Setelah itu, para rombongan diarahkan Pak Sodik Permana untuk segera memasuki bis lagi, melanjutkan perjalanan menuju PP IPTEK sebagai destinasi ke dua.

Rombongan siswa memasuki ruang PP IPTEK tepat pukul 09.20, setelah mendapatkan penjelasan terkait tata tertib dari pihak PP IPTEK. “Ada lebih dari 100 alat peraga sains yang bisa kalian nikmati dan peragakan,” jelas salah satu staf PP IPTEK, yang kemudian disambut dengan gemuruh tepuk tangan para siswa. Sepertinya mereka sudah tidak sabar untuk segera mencoba memperagakan alat-alat sains yang ada. “Jangan lupa untuk membaca terlebih dahulu petunjuk yang ada sebelum kalian memperagakan agar kalian bisa memperagakan dengan baik dan tidak terjadi kerusakan,” tambahnya mengingatkan. Satu demi satu para siswa masuk ruangan, siap melalang buana di pusat peragaan iptek ini.

Mendengarkan penjelasan sistem pernapasan dari tim PP IPTEK.

Mata tertuju pada begitu banyaknya peragaan sains yang ada. Untungnya panitia sudah memberikan arahan, ada 4 titik yang wajib untuk dikunjungi dan diujicoba, diantaranya adalah rangka sepeda, rantai makanan, sistem pernapasan, dan juga demo roket air. Dan karenanya, siswa diharuskan mengisi LKS yang sudah diberikan. PAK mengarahkan AK-nya untuk mengunjungi peragaan wajib terlebih dulu baru kemudian mengunjungi tempat peragaan lainnya. Pukul 09.30 semua siswa diarahkan menuju lantai 1 karena akan ada demo roket air. Demo dilakukan di ruang outdoor pintu khusus di lantai 1. Demo roket air ini lumayan banyak peminatnya. Ada beberapa sekolah yang siswanya antusias menyaksikan demo roket air ini. Hal inilah yang membuat posisi duduk siswa menjadi berdesak-desakan. Para siswa yang menyaksikan demo ini turut merasakan sensasi yang berbeda di saat peluncuran roket berbahan air dan bertekanan udara ini. Semua bertepuk riang saat demo berhasil meluncurkan roket dengan jarak lumayan jauh.

Perburuan ilmu sains kembali dilanjutkan. Siswa bersama PAK menyusuri area pusat peragaan iptek yang mempunyai 5 lantai ini, yaitu lantai dasar, lantai mezzanine serta lantai 1 hingga 3. Masing-masing lantai mempunyai kekhususan peragaan sains tersendiri. Diperlukan kesabaran agar semua titik peragaan sains bisa diuji coba. Di antara sekian banyak spot, simulasi rumah gempa menjadi destinasi sains yang banyak peminatnya. Para pengunjung harus rela antri cukup panjang untuk kemudian bisa merasakan sensasi berada di rumah yang terasa terkena bencana gempa. Walaupun hanya beberapa menit, sensasi itu menjadi oleh-oleh yang sepertinya tak terlupakan saat kembali ke rumah.

Di pusat peragaan iptek ini terakomodir segala bidang ilmu sains, di antaranya ilmu fisika, ilmu kimia, dan juga ilmu biologi, dengan berbagai disiplin keilmuannya. Walaupun ada banyak wahana sains yang keilmuannya masih terlalu tinggi dijangkau para siswa SD, setidaknya hal tersebut bisa memberikan pengalaman yang akan menambah pengetahuan mereka tentang dunia sains yang insya Allah ke depannya akan mereka pelajari lebih lanjut di tingkat sekolah yang lebih tinggi. Waktu 2.5 jam sepertinya belum cukup untuk bisa mengeksplor semua spot sains. Terlalu banyaknya wahana sains memang harus dibuat jadwal kunjungan lagi untuk bisa menuntaskan semua titik sains yang ada. Setidaknya itu yang terucap dari bibir salah satu siswa peserta kunjungan. “Insya Allah akan ana lanjutkan nanti bersama keluarga di lain waktu,” ujar Nazhril, siswa kelas V D yang bernama lengkap Nazhril Muhammad Zhafir ini merasa belum cukup puas menikmati wahana-wahana sains yang ada. Pukul 11.30 semua peserta kunjungan harus meninggalkan area pusat peragaan iptek untuk kembali ke parkir bis karena sesi makan siang sudah menanti.

Semua peserta menikmati menu makan siang yang sudah disiapkan panitia. Tidak sedikit para siswa yang akhirnya membeli es jeruk yang dijajakan beberapa orang penjual, untuk menetralisir kondisi cuaca Jakarta yang terasa lebih panas jika dibandingkan dengan cuaca Bogor. Walaupun suasana makan di area pelataran parkir lumayan banyak pepohonannya, namun cuaca panas masih terasa. Untung angin semilir yang hadir di siang itu bisa memberikan rasa sedikit sejuk di badan. Alhamdulillah makan siang bisa dinikmati para siswa, terbukti banyak dari mereka yang menghabiskan jatah makan siangnya. Perut terisi dan kenyang rasanya. Perjalanan pun berlanjut. Setelah semua peserta memasuki bisnya masing-masing, bis kemudian melaju menuju wahana berikutnya, yaitu Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga. Hanya perlu waktu sekitar 20 menit untuk sampai di wahana berikutnya ini. Semua peserta keluar dari bis dan baris berbanjar satu bersama PAK untuk kemudian antri memasuki wahana Dunia Air Tawar.

Di wahana Dunia Air Tawar, para siswa diharuskan juga mengisi LKS berkenaan dengan menuliskan nama-nama ikan yang ada, lengkap beserta nama Latin dan daerah asalnya. Semuanya terlihat takjub saat melihat koleksi ikan-ikan yang ada, dengan berbagai bentuk, ukuran, dan warna. Hampir semua jenis ikan sepertinya belum pernah dilihat. Yang paling membuat kagum adalah saat melihat ikan Arapaima. “Itu ikan besar sekali, kayaknya lebih besar dari manusia, ya…,” teriak ananda Riffa Nurhidayatuloh, siswa kelas V C mengomentari ikan yang baru dilihatnya tersebut. Hampir semua siswa terkesima dengan ukuran ikan Arapaima ini. Menurut sumbernya, ikan Arapaima ini memang jenis ikan air tawar terbesar di dunia yang berasal dari perairan daerah tropis Amerika Selatan. Habitat asli ikan ini berasal dari sungai Amazon. Ikan Arapaima merupakan jenis ikan predator yang siap memakan hampir semua hewan yang bisa ditelan, terutama ikan yang berukuran kecil dan satwa lain yang ada di permukaan air. Dalam piramida rantai makanan, ikan jenis ini pun menempati pucuk piramida di ekosistem perairan air tawar.

Menikmati di wahana Dunia Air Tawar.

Puas melihat koleksi ikan-ikan yang ada di wahana Dunia Air Tawar, peserta rombongan diarahkan menuju wahana Dunia Serangga. Di wahana ini para siswa bisa melihat berbagai jenis serangga yang ada di Indonesia. Koleksi yang membuat para siswa terkesima adalah koleksi kupu-kupu yang digambarkan berasal dari wilayah-wilayah yang ada di Indonesia. Semuanya terlihat cantik dan ada beberapa yang dikategorikan sebagai kupu-kupu langka, dan karenanya keberadaannya menjadi perhatian semua orang dan tidak diperbolehkan untuk diburu. Informasi yang disuguhkan di wahana Dunia Serangga sungguh telah memberikan pengetahuan dan menambah keilmuan, khususnya tentang dunia serangga.

Acara yang ditunggu para siswa pun tibalah. Ba’da shalat dzuhur, siswa bersama PAK diperbolehkan mengeksplor area TMII di sesi free time. Siswa diberi keleluasaan untuk menikmati berbagai wahana yang ada di TMII, bersama PAK tentunya. Wahana yang banyak dikunjungi siswa adalah wahana bom-bom car, sewa sepeda, dan toko cindera mata. Para siswa memang diperbolehkan membawa uang maksimal sebesar Rp 80 ribu. Dengan uang itu mereka diperkenankan untuk membelanjakan uangnya dengan menikmati wahana yang ada atau membeli cindera mata. Waktu 1 jam yang disediakan memang seolah-olah tidak cukup. Apalagi untuk hal yang berupa kesenangan. Waktu sepertinya cepat berlalu. Dan, tepat pukul 15.00 semua peserta kunjungan diarahkan untuk segera menaiki bis karena bis akan segera meninggalkan area TMII kembali menuju Kota Bogor.

Alhamdulillah, perjalanan pulang lebih lancar daripada saat pemberangkatan. Pukul 16.30 bis tiba kembali di Masjid Nurul Amal. Sebelum pulang, siswa harus menunaikan ibadah shalat ashar. Setelah berpamitan dengan PAK-nya, siswa yang sudah dijemput keluarganya dipersilahkan untuk pulang. Siswa diperingatkan untuk beristirahat karena besok tetap ditunggu di sekolah untuk belajar kembali. Insya Allah walaupun fisik terasa lelah, namun banyak ilmu dan pengetahuan yang telah siswa dapatkan.

Rombongan siswa akhwat
Rombongan siswa ikhwan.
Aktivitas mencoba peragaan rangka sepeda…

Kegiatan di beberapa anjungan provinsi
Berpose di depan wahana PP IPTEK.
Salah satu jenis ikan yang membuat takjub siswa: ikan berkaki.
Kolam ikan Arapaima, ikan air tawar terbesar di dunia.
Ikan terbalik, ke mana-mana selalu dalam posisi terbalik.
Menyerap ilmu di wahana Dunia Serangga…
Peta penyebaran kupu-kupu di Indonesia.
Salah satu sudut koleksi wahana Dunia Serangga.