Pembukaan Insantama Market Day SDIT Insantama Bogor Memang Keren

0
533

“MasyaAllah… Kereen sekali pembukaan IMD-nya. Bukan hanya gurunya yang PeDe tampil di depan. Anak-anaknya juga PeDe. Yang ngelatih kereen nich. Posisi penontonnya juga mendukung, lebih rapi. Barakallahu fiikum.”

Begitulah ungkapan spontan dari Bu Isti Arum, guru kelas VI C yang menyaksikan secara langsung pembukaan IMD pagi itu. Pembukaan IMD berlangsung di atas panggung yang disetting di depan front office SIT Insantama pada hari Selasa, 13 Februari 2024. Ungkapan Bu Isti Arum inipun mendapat penguatan dari Pak Widodo, guru kelas II D. “Setujuuu… Mantap, keren abis.” Para penonton lainnya, para siswa, guru, dan juga para orang tua yang hadir, pun merasakan hal yang sama. Teriakan dan tepuk tangan bergemuruh begitu tampilan pembukaan IMD yang dikemas dalam bentuk drama kabaret itu usai.

“Bapak… keren banget ini tampilan anak-anak,” ungkap Bunda Alfarizqi Zaverio Budiana Putra, siswa kelas V E yang menyaksikan tampilan puteranya, kepada Pak Ibnu Hakim, selaku PJ acara IMD. Ananda Koko, demikian panggilannya, memerankan tokoh pembisik baik. Demikian juga ungkapan Bunda Davian Alif Haafidz, siswa kelas V E, yang memerankan tokoh pembeli. “Masya Allah… anak-anak kereeen… berani tampil dengan pede. Alhamdulillah bisa menyaksikan pertunjukan anak-anak via video dokumentasi karena tadi berhalangan hadir.”

Konsep pembukaan IMD memang dibuat berbeda dari acara serupa di kegiatan-kegiatan IMD sebelumnya, yang selalu menghadirkan para guru sebagai tokohnya. “Untuk memberikan kesempatan pada para siswa memperlihatkan potensinya. Dan ternyata, memang mereka hebat. Mereka tampil luar biasa,” jelas Pak Ibnu Hakim memberikan alasannya dengan tampilan tokoh para siswa.

“Sebenarnya yang paling sulit adalah membuat dan merencanakan musik pengiring yang harus sesuai dengan alur drama. Ana harus menonton puluhan tayangan di Youtube sebelum memfinalkan materi musik drama kabaret ini,” kata Pak Ibnu menyampaikan tantangan pada konsep yang baru ini. “Kalau melatih anak-anaknya insya Allah lebih mudah. Mereka gampang diarahkan,” imbuh Pak Ibnu Hakim.

“Terus terang ide materi drama kabaret ini ana ambil dari kisah nyata. Ana pernah lihat ada siswa yang menangis gara-gara dagangannya yang dia bawa tidak banyak laku. Dia bingung harus ngapain,” aku Pak Ibnu Hakim memberikan latar belakang munculnya ide materi drama kabaret itu. “Akhirnya diambillah tema besarnya, yaitu terus berusaha menjadi penjual yang hebat,” tambah Pak Ibnu Hakim.

Proses selanjutnya pun berjalan aman, yaitu tahap penyeleksian dari para panitia siswa kelas V D dan V E. Terpilihlah para siswa yang akhirnya bisa tampil di pembukaan IMD ini. Mereka tampil di atas panggung yang sudah didesain sedemikian menariknya oleh Pak Nana Suryana, selaku PJ Dokumentasi. Tampilan yang keren dan luar biasa, tentu akan memberikan inspirasi pada para siswa lainnya untuk bisa tampil di acara-acara berikutnya.

“Awal masuk panggung, ana merasa tegang. Dilihatin banyak orang. Tapi ana coba beranikan,” ungkap ananda Ammar Aqeela Putra Mashar, siswa kelas V E memberikan gambaran saat dia akan tampil. “Alhamdulillah, semuanya bisa berjalan lancar,” akunya. Di drama kabaret ini ananda Ammar, demikian panggilannya, memerankan tokoh pembeli. Ananda Ammar, menurut guru-guru yang pernah mengajarnya, adalah tipe anak pemalu dan kurang percaya diri. Dengan tampil di acara pembukaan IMD ini, ananda Ammar semakin percaya diri dan yakin dengan kemampuannya.

Di kegiatan IMD ini ada juga yang baru. “Ada stan tilawahnya,” ungkap Pak Achmad Ibnoe Sena yang dipercaya kembali menggawangi kegiatan IMD #2 ini. Pak Sena, demikian panggilannya, memberikan penjelasan berkaitan dengan dimunculkannya stan tilawah ini. “Sebagai bentuk memperkuat misi sekolah untuk menjadikan Al Qur’an sebagai sahabat anak-anak. Walaupun ada kegiatan IMD, tilawah bisa tetap jalan,” jelas Pak Sena dengan senyuman khasnya.

Di stan tilawah ini, para siswa diperkenankan untuk menyampaikan setorannya; setoran baca Qiraati, hafalan surat pendek, doa harian, murajaah tahfizh, dan juga setoran baca Al Qur’an. Panitia juga menyiapkan hadiah bagi para siswa yang berkenan setoran. “Berhadiah, tapi terbatas, ya…,” ungkap Pak Ade Nurdin yang bertanggung jawab pada Metodologi Pengajaran Qiraati di Insantama ini menyampaikan promosinya.

Alhamdulillah lumayan juga siswa yang hadir menyampaikan setorannya. Terlihat guru-guru Qiraati dengan sigapnya menyambut kehadiran para siswa yang akan setoran. Kegiatan di stan tilawah ini memang benar-benar menginspirasi. Walau di tengah-tengah kegiatan IMD yang begitu gemuruh, membaca Al Quran tetap bisa dilaksanakan dengan baik. Masya Allah, tabarakallah… []