Reportase Khas
Leadership And Management Training 4 (LMT 4) – Goes To Pare 2019
Kelas IX SMPIT Insantama
“Revolver Goes to Pare”
10 – 22 Januari 2020

Jumat, 10 Januari 2020
Day #0

Mengukir Sejarah

“Ini adalah program puncak untuk menyempurnakan keberadaan kalian di Insantama. Maka, kalian harus maksimal mengikuti program ini dengan baik hingga selesai agar memberikan efek yang baik bagi kalian. ” Ust. Adhi Maretnas,
Direktur Pelaksana
SIT Insantama

=======

Pagi hadir dengan tenang hari ini. Tak ada mendung, apalagi hujan. Matahari nampak ceria menyapa keramaian jalanan sejak pagi hari. Alhamdulillah.

Malam sebelumnya, kami asyik menyiapkan kegiatan hari ini. Hari dimana kami akan mengukir sejarah bersama selama sepekan lebih di Kampung Inggris Pare Kediri.

Ibunda dan Ayahanda, perkenalkan, kami adalah Revolver
(Revolution of Eleventh Generation),
kami adalah senjata terbaik. Senjata yang akan menjadi penyelamat dan pembela kaum muslimin di seluruh dunia sejak kini hingga nanti.

Layaknya senjata, kami ingin membidik target dengan tepat, membidik kami bersama ke arah perubahan yang lebih baik. Logo kami melambangkan sekelompok burung. Selalu bersama sepanjang waktu, saling peduli, tolong menolong.. mereka selalu satu tujuan, fokus.. Bersatu dalam Suatu fondasi yang indah. Allahu Akbar!!!

Yap, mulai hari ini, kami akan berlatih. Mengasah kehebatan senjata kami dengan mendewasakan diri dan mensolidkan diri agar bisa menjadi tim yang handal yang mampu memuliakan diri, keluarga dan umat ini. Insya Allah.

=======

Kami memulai sejarah hari ini di Masjid Nurul Amal pukul 7 pagi. Kami memulainya dengan bermunajat kepada Sang Ilahi, memohon kemudahan dan penjagaan dariNya untuk perjalanan ini. Suara lantunan kalamNya terdengar merdu, saling sahut menyahut memasuki lorong pendengaran kami. Menggetarkan setiap jiwa calon pemimpin umat sejati, dan itu adalah kami. Allahu Akbar!!!

Waktu terus berlalu, sebentar lagi 3 bis akan ikut menjadi saksi, mengantarkan kami menuju salah satu pencapaian mimpi besar kami. Kami bersiap bergegas, membaca doa bersama para orang tua. Ah, terima kasih ayah dan bunda.. Meski berat melepas kami, tapi engkau selalu hadir di setiap langkah kami, memberikan senyum dan pelukan sepenuh hati.

**’

Koper-koper oren berbaris rapi, disusun berdasarkan kelompok masing-masing di sebuah ruang tunggu ber-Ac. Tiga bis tadi sudah pergi lagi selepas menurunkan kami di kawasan tempat parkir. Suasana Stasiun Pasar Senen kali ini tak begitu ramai, tapi kami berhasil menyita perhatian para pengunjung stasiun. Satu dua orang bertanya kami hendak kemana, tak sedikit yang menanyakan sekolah kami apa dan dimana. Belum sampai kami di Pare, tapi kehadiran kami sudah menarik hati orang ramai. Sungguh, tak penting siapa kami. Tapi pengaruh kebaikan kepada semua dari syiar Islam yang kami bawa, itu yang kami harapkan. Alhamdulillah tsumma alhamdulillah.

****

Jantung kami semakin cepat berdegup, tangan dan pelipis kami basah oleh keringat. Tapi itu bukan karena  panas, kami hanya merasa hadirnya lonjakan bara semangat yang amat kuat sebab sebentar lagi akan tercipta sebuah pengalaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ya, ini pengalaman yang luar biasa bagi remaja seumuran kami. Alhamdulillah.

Sirene dan peluit mulai berbunyi, terdengar suara petugas memberi tahu bahwa sebentar lagi kereta kami akan masuk ke peron 1.

Kami menyambut kedatangan kereta sambil meneriakkan jargon dengan lantang, menggemakan langit- langit ruangan hingga menarik seluruh perhatian para penumpang di sana.

Setelah itu kami berbaris dengan tertib dan rapi, mengantri untuk memasuki gerbong kereta ekonomi 1 dan 2.

Tak sedikit dari kami yang baru pertama kali merasakan asiknya naik kereta, apalagi bersama-sama dengan kawan seperjuangan. Benar, rasanya asyik dan menyenangkan!

Perkiraan jam tiba sekitar pukul 3 pagi, masih tersisa 12 jam lagi, Masya Allah lamanya perjalanan ini. Saking lamanya, beberapa dari kami ada yang menghitung waktu, ada juga yang menghitung jumlah stasiun, setiap tiba di stasiun yang baru maka akan berkurang jumlah stasiun berikutnya.
Aya aya wae…

Alhamdulillah, sepanjang perjalanan kami habiskan bersama. Kami mengaji, menghafal Al Quran, melaksanakan shalat wajib, berqiyamul lail dengan syahdu, juga saling berbagi makanan, minuman, bahkan berbagi pundak kepada temannya untuk bersandar. So sweet bukan?
🤭

Sekitar pukul 9 malam, gerbong kami mulai sep. Rasa kantuk mulai menyerang kami. Tidur menjadi pilihan.

Perjalanan masih 6 jam lagi, insya Allah cukup untuk mengisi bensin energi kami. Alhamdulillah, malam ini kami tutup dengan rasa syukur.
Inilah pengalaman bersejarah kami hari ini, benar-benar pengalaman yang baru. Pengalaman yang takkan terlupakan. Pengalaman yang akan terpahat pada mimpi kami, menjadi semangat setiap mengawali langkah mengejar mimpi.

Ibunda dan Ayahanda, terus doakan kami, karena esok kami harus melangkah dengan gagah berani. Kami harus menyusun strategi, mengasah kemampuan diri, dan tak lupa meningkatkan ketakwaan pada Sang Ilahi Rabbi.

REVOLVER!!
Mios ka Pare sareng REVOLVER.
LMT-4 2020
Fly together, higher than before.
Fly, lead, aim.
Cek Cek Dor

Allahu Akbar!!

Pare kami datang!!!

Reported by Rahma