Ringkasan Khutbah Jum’at
Masjid Pendidikan Insantama

Belakang ini negri ini ditimpa bencana terus-menerus.. Maka kita tentulah bermohon kepada Allah semoga saudara saudara kita diberikan keteguhan, kesabaran dan pengganti yang lebih baik atas apa yang hilang dan rusak bagi mereka. Dan tentu kita juga perlu membantu memenuhi kebutuhan mereka.

Mengapa bencana itu terjadi?
Setidaknya ada beberapa sebab, yaitu:
Pertama, karena bermaksiat kepada Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT Surat Ar Rum Ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, agar mereka merasakan sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Ulama menafsirkan tangan-tanagn manusia itu adalah dikarenakan kemaksiatan dan dosa-dosa manusia. Bencana bisa terjadi ketika hukum-hukum Allah SWT diterlantarkan dan diabaikan.

Syariat Islam yang seharusnya diterapkan secara total malah dipinggirkan. Tidak hanya itu, Syariat Islam yang bias memberikan kebaikan kepada umat manusia malah dikriminalkan dan dimonsterisasi.

Bencana juga terjadi karena sistem dan manusia pengelola yang berpaham ekonomi liberal berkuasa dan memerapkan ekonomi kapitalis liberal. Maka munculah pengusaha-pengusaha rakus yang hanya memikirkan keuntungan bisnis semata, tanpa berpikir dengan penuh tanggung jawab apa akibat hutan-hutan yang mereka eksploitasi itu akan menimbukkan bencana atau tidak. Begitu juga dengan tambang yang dikeruk.

Bencana juga terjadi karena pelaku politik memberikan jalan kepada mitra kapitalisme untuk berkuasa. Mengapa mereka memberikan jalan kepada para pengusaha kapitalis? Karena para politikus ini harus mengembalikan dana kampanye yang sudah dikeluarkan dengan biaya sangat mahal.

Bencana juga terjadi karena diamnya muslim terhadap kemaksiatan yang terjadi begitu saja di hadapannya. Kita harus sungguh sungguh mencegah kemungkaran. Butuh sungguh-sungguh dan serius. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al Anfal, Ayat 25:

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لاَ تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.

Bencana terjadi karena juga tidak ada kesungguhan berdakwah bagi para pengemban dakwah. Sehingga kokohlah aturan yang menyalahi syariat Allah SWT, munculah pemimpin yang tak amanah, munculah pengusaha-pengusaha rakus yang merusak. Oleh karena itu maka kita harus bertaubat dan kembali bersemangat dan serius dalam dakwah yang merupakan amanah dari Allah SWT dan pekerjaan yang merupakan warisan Nabi SAW ini.

Yang kedua, bencana juga terjadi karena kasih-sayang Allah kepada hambanya. Karena itu mungkin kita mendapati suatu penduduk yang beriman dan taat kepada Allah namun Allah menurunkan bencana atas mereka. Ketahuilah maka dalam keadan ini, Allah sebenarnya ingin menguji hambanya.

Karena itu bagi orang-orang yang beriman maka mereka akan bersabar dan menerima ketentuan Allah SWT tersebut. Bencana seharusnya menambah optimisme kita dalam menegakkan Islam. Adalah mudah bagi Allah untuk melakukan apapun..

10 Januari 2020
Ust Farid Wajdi