Rinerbot, Si Robot Pembersih Sungai

227

Rinerbot dapat digunakan dan sangat potensial untuk diaplikasikan dalam menanggulangi pencemaran laut dengan meminimalisir volume sampah yang berasal dari sungai.

Kebiasaan membuang sampah sembarangan menyebabkan 83% sampah berakhir sebagai pencemar di lautan. Sampah plastik yang akhirnya sampai ke lautan mencapai 8 juta metrik ton per tahun atau sebanding dengan memasukkan 2.740 ekor gajah jantan per harinya!

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi sampah ini, terutama melalui optimalisasi penyelenggaraan, pengurangan, dan penahanan sampah dengan meningkatkan kegiatan 3R (reduce, reuse, dan recycle). Sayangnya berbagai upaya ini memang belum optimal. Apalagi jika dikaitkan dengan sampah yang ada di lautan. Dengan kondisi lautan yang teramat luas dan beragam jenis dan ukuran sampah yang dibuang ke laut, tentu sangat mengurangi efektivitas dan efisiensi upaya penanganan langsung sampah saat sudah berada di lautan.

Banyak sumber sampah yang akhirnya bermuara di laut, berasal dari pembuangan sampah sembarangan di sungai. Hal inilah yang melatarbelakangi munculnya gagasan pembuatan robot pembersih sampah sungai yang kami beri nama River Cleaner Robot (Rinerbot).

Rinerbot berfungsi untuk pengurangan sampah dan pencemaran laut dengan menangani sampah yang melewati aliran sungai supaya tidak sampai mencemari laut. Hal ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengurangan sampah dan pencemaran laut dengan lebih efektif.

Singkatnya, Rinerbot itu suatu alat otomatis yang dapat mengangkut, mengambil, dan membersihkan sampah yang melewati daerah perairan yang mengalir. Alat ini dapat di-setting per satuan waktu kerja tertentu sesuai yang diinginkan. Sampah yang telah diambil otomatis akan dipindahkan ke longsoran (land slide) lalu menuju konveyor dan di bawa ke tempat pembuangan sampah berupa lubang atau truk sehingga sungai terbebas dari sampah.

Pembuatan prototype alat ini menggunakan Lego NXT, kawat, talang air, lakban, gergaji besi, tang, gunting, cutter, aksesoris (replika sampah), solder, ampelas, serta baterai.  Gagasan Rinerbot dituangkan dalam beberapa tahapan kerja, yaitu pembuatan replika sungai, pembuatan prototype alat, dan pengujian alat.

Replika sungai dibuat dengan menggunakan talang air dan gergaji besi. Talang air dipotong dengan panjang secukupnya untuk bisa dijadikan sebagai contoh aliran sungai yang nantinya akan dipasang alat prototype-nya. Dan dipastikan agar air tidak bocor.

 

Pembuatan dan Cara Kerja

Pembuatan alat terbagai dalam empat tahap.  Pertama, bagian jangkar penahan sampah; sebagai penahan agar sampah tidak mengalir lebih jauh, dan sebagai tempat untuk mengangkut sampahnya oleh bagian pengangkut sampah.

Kedua, bagian pengangkut sampah, berfungsi sebagai pengangkut sampah yang tersagkut di jangkar yang dibawah, dan akan membawanya ke slider.

Ketiga, bagian pembawa sampah atau slider terbagi menjadi 2 bagian, slider yang pertama berguna untuk menjaga agar sampah tidak jatuh lagi ke sungai dan sebagai pengiring sampah ke bagian conveyor, lalu konveyor mengarahkan sampah ke slider kedua, slider kedua bertugas sebagai pengiring sampah dari conveyor ke tempat pembuagan sementara.

Setelah alat selesai dirakit, dilakukan pengujian terhadap cara kerja alat. Sampah yang mengalir akan terhambat oleh jangkar, yang kemudian diangkut oleh alat pengangkut. Sampah akan dilemparkan ke slider pertama yang memiliki kemiringan yang memadai untuk menggiring sampah. Slider pertama memiliki penahan agar sampah tidak jatuh lagi ke sungai, lalu dari slider pertama menggiring sampah ke konveyor. Dari konveyor, sampah akan digiring ke slider 2  untuk disalurkan ke truk pengangkut atau tempat pembuangan.

 

Hasil Uji

Berdasarkan pengujian yang dilakukan dewan juri Lomba Teknik Terapan Indonesia di Auditorium RRI Bandung pada Senin-Selasa, 12-13 Oktober 2015, disimpulkan Rinerbot dapat digunakan dan sangat potensial untuk diaplikasikan dalam menanggulangi pencemaran laut dengan meminimalisir volume sampah yang berasal dari sungai.

Agar prototype ini dapat diaplikasikan menjadi robot sesungguhnya, tentu membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Jika taruhannya adalah kekayaan maritim nusantara, tentu biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan Rinerbot tidak ada apa-apanya. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama dengan semua pihak terutama dengan pemerintah. Sehingga Rinerbot dapat  menanggulangi pencemaran laut secara efektif dengan menyelesaikan permasalahan sampah yang berasal dari sungai.[]