Uun Sundari, guru kimia SMAIT Insantama, berhasil mengungguli seluruh guru kimia dari SMK/SMA/Sederajat sekota Bogor dalam seleksi Olimpiade Sains Nasional Guru (OSN-G) yang dilaksanakan pada April 2014 di SMA PGRI 4, Bogor.

Kemudian, guru yang biasa dipanggil Bu Uun mengikuti seleksi tingkat provinsi pada 18 Juni. Dalam persaingan dengan guru-guru kimia terbaik dari berbagai kota dan kabupaten seprovinsi Jawa Barat tersebut, ia meraih peringkat ke-6 dari 14 besar yang berhak mewakili Jawa Barat dalam perlombaan tingkat nasional.

Maka pada 1-6 September lalu, perempuan lulusan kimia Institut Pertanian Bogor 2008 bersaing dengan guru-guru kimia terbaik dari berbagai provinsi di Serpong Banten dalam perlombaan yang meliputi tes teori, tes praktikum lab, dan tes mengajar. Sayangnya, ia belum berhasil meraih tiga besar. Tapi masih berkesempatan untuk mengikuti “remedial” di tahun berikutnya.

Di samping mengajar, Bu Uun juga fokus mengejar raihan prestasi siswa dalam berbagai kesempatan. Muhammad Imaduddin Shiddiq (Imad), Muhammad Alauddin Azzam (Azzam), Muhammad Khudzaifah Triatmodjo (Khudza), Muhammad Fatih Nashrullah (Nasrul), Dan Akmal Luthfi Altuway (Akmal), adalah nama-nama siswa binaannya yang telah mengharumkan nama Insantama dalam berbagai perlombaan di berbagai tingkat. Bahkan Imad berhasil menembus tingkat internasional.

Imad bersama binaan Bu Uun lainnya yang disebut di atas berhasil memenangkan beberapa perlombaan. Diantaranya, Juara 3 LPKS (lomba program kreativitas siswa) pada 2011 yang diadakan oleh KIR Jakarta Selatan. Saat itu, kimia menjadi tema yang diambil, sebab pada tahun tersebut adalah tahun kimia. Agendanya mengajukan program kegiatan berbentuk outbond yang semuanya bertemakan kimia di setiap posnya.

Selain itu, Imad juga menjadi juara 3 LKIR (lomba karya ilmiah remaja) ke-44 bidang ilmu pengetahuan teknik (IPT) yang diadakan oleh LIPI bekerjasama dengan AJB Bumi Putera pada tahun 2012. Dari prestasi ini, akhirya binaan Bu Uun terpilih sebagai finalis mewakili Indonesia bersama 2 tim lainnya dari bidang IPA dan IPS dalam ajang intel international science and engeenering fair (IISEF) di Phionix, Arizona tahun 2013.

Bu Uun mengaku waktu kecil bercita-cita sebagai guru matematika, penjaga perpustakaan dan pembungkus kado. Namun, karena dorongan guru-gurunya yang cenderung mengarahkannya untuk mengambil kedokteran atau kimia, maka ia pun memilih kuliah di jurusan kimia. Karena Tak disangka, dorongan guru-gurunya waktu sekolah di SMAN 1 Ciasem, Subang, menjadi pengantar Bu Uun sebagai guru Kimia di SMAIT Insantama.

Bu Uun menjadi guru kimia di SMAIT Insantama sejak SMA ini berdiri pada 2010. Ia tak sekedar menjadi guru kimia, tetapi diamanahi juga sebagai wakil kepala sekolah (wakasek) kesiswaan sejak tahun ajaran 2011/2012. Menurutnya, menjadi wakasek dan menjadi guru sama-sama menarik dan memiliki tantangan tersendiri. Dan yang terpenting, itu semua semoga dapat menjadi wasilahnya beramal jariyah untuk bekal di akhirat kelak.[]