Reportase Halal Bihalal SDIT Insantama Bogor; Mushafahah Penuh Berkah

-

للهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ
إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

“Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd”

Artinya:

“Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah”.

Gema takbir berkumandang mengiringi suasana agenda halal bihalal di lapangan SDIT Insantama Bogor. Rabu, 3 Mei 2023 bertepatan dengan 13 syawal 1444 H. Hari ini merupakan hari pertama para ananda masuk sekolah setelah libur hari raya Idul Fitri.

Seluruh guru dan siswa SDIT Insantama melaksanakan kegiatan Halal bihalal. Halal bihalal merupakan tradisi khas yang berisi kegiatan maaf memaafkan atas kesalahan atau kekhilafan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan.

Kegiatan halal bihalal juga menjadi momen yang sangat membahagiakan, karena dapat berkumpul kembali dan saling memaafkan setelah menjalankan ibadah puasa ramadhan satu bulan penuh.

Acara diawali dengan apel bersama di lapangan depan SDIT Insantama. Momentum ini juga semakin bermakna karena diisi dengan ceramah yang disampaikan oleh pak Asra sebagai wakil kesiswaan SDIT Insantama.

Beliau berpesan dan mengingatkan kepada kita semua bahwa Idul Fitri bukan hanya pakaian yang baru, akan tetapi ada makna bahwa kita kembali suci, bersih dari dosa. Selain itu, kita harus tetap menjaga biah sholihah yang tetap terjaga setelah bulan ramadhan usai. Seperti shalat sunah, shaum sunah, sedekah dan tadarus yang harus terus berlanjut.

Pesan yang singkat dan sarat makna untuk kita semua agar tetap dapat menjalankan aktivitas tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh siswa antusias mendengarkan dan mengikuti apel tersebut. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan doa yang dibawakan oleh pak Yayat guru qiroati dengan syahdu dan khusyu.

Selanjutnya adalah kegiatan saling bermaaf-maafan, dengan berjabat tangan seluruh siswa dan bapak ibu guru. Kemudian hal yang ditunggu para ananda pun tiba, yaitu kegiatan berbagi kue. Kue yang dibawa oleh ananda disusun berjajar di tiap-tiap kelas, kemudian tiap kelas berkeliling secara bergantian untuk berbagi dan mencicipi kue-kue tersebut yang disajikan dari teman-temannya.

Kebersamaan dalam agenda ini begitu terasa, para siswa nampak bahagia dan penuh suka cita. Semoga dengan adanya kegiatan ini, kita semua bisa menjadi hamba Allah SWT yang lebih beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Aamiin[].