LDK II SMPIT Insantama TAKLUKKAN BOGOR Sesi I

-

Ayah-Bunda Ikhlaskan Kami Andai Idris As-Syafii menyerah pada kondisinya yang yatim papa, ushul fiqh tak kan tercipta. Andai Sholahuddin Yusuf lebih asyik bermain bola dan syair, Al Aqsa tak kan terbebaskan. Andai Muhammad Al-Fatih lebih suka berlela manja di Istana, bisyaroh Rasulullah tak kan terlaksana. Ketika tulisan ini dibuat, para peserta LDK yang terdiri dari siswa kelas 7 dan 8 SMPIT Insantama telah sampai di Museum PETA Bogor. Ketika tulisan ini dibuat, alhamdulillah separuh perjalanan telah terlampaui. Di bawah tatapan patung Sang Panglima Besar TNI yang berlatar belakang santri;Jenderal Besar Soedirman, para peserta rehat sejenak untuk kembali melanjutkan perjalanan menaklukkan Bogor. Belum terang tanah ketika para peserta telah berkumpul di GOR Ukhuwah SIT Insantama. Mereka telah berbaris rapi untuk mengikuti upacara pembukaan LDK II SMPIT Insantama. Upacara pagi ini terasa istimewa karena langsung diinspekturi oleh Ketua Yayasan Insantama Cendekia, ust. Muhammad Ismail Yusanto. Beliau menyampaikan pesan bahwa LDK ini bukan sekedar acara jalan-jalan namun satu langkah untuk meraih predikat pemimpin. Setelah dilepas dengan lambaian surban para peserta mulai melangkah melalui jalur Gunung Batu terus membelah kebun percobaan IPB di Kedongseng hingga tembus ke kawasan Loji. Para peserta kemudian menyusuri tepian sungai Cisadane di kawasan Sirnasari. Ketika menyusuri gang-gang tersebut tersaji pemandangan epik ketika rombongan peserta berjalan di bawah hiasan bendera yang dipasang untuk memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia bak longmarch para pejuang. Setelah melewati kawasan perkampungan di Sirnasari, para peserta masuk kawasan Menteng dan memasuki kebun penelitian BALITTRO yang penuh dengan tanjakan dan turunan. Tapi life must go on, peserta terus berjalan hingga rehat sejenak untuk melaksanakan sholat Dhuha di Masjid BALITTRO. Tantangan berikutnya adalah membelah kawasan Cimanggu hingga Pondok Rumput. Dan setelah menyeberangi rel kereta api, sampailah peserta di kawasan air mancur. Alhamdulillah tanpa kurang suatu apapun, satu rantai gajah telah lepas dari kaki kami. Bunga mawar, bunga melati Ayah-Bunda terus doakan kami #SalamEpribadeMuph Fajar212