Apa yang ingin dicari?
Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Meneliti Minyak Jelantah, Fathan dan Nabil Juara Karya Ilmiah

Fathan Al Maisan Zhafar (kanan) dan Muhammad Nabil Fikriansyah (kiri). Penganugerahan Juara The Honorable Winner, bertempat di Royal Palm Hotel and Conference, Jakarta, Kamis, 6 November 2025.
Fathan Al Maisan Zhafar (kanan) dan Muhammad Nabil Fikriansyah (kiri). Penganugerahan Juara The Honorable Winner, bertempat di Royal Palm Hotel and Conference, Jakarta, Kamis, 6 November 2025.

Fathan Al Maisan Zhafar (9A) dan Muhammad Nabil Fikriansyah (9B) dari SMPIT Insantama Bogor berhasil meraih The Honorable Mention dalam lomba karya ilmiah Abak Academy. Karya mereka berfokus pada pengelolaan minyak jelantah (UCO) di rumah tangga, meneliti persepsi masyarakat dan faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi mereka dalam pengelolaannya.

Kompetisi berlangsung dari 31 Juni hingga 25 September 2025, dengan proses penjurian yang ketat. Penganugerahan dilaksanakan pada 6 November 2025 di Royal Palm Hotel & Conference, Jakarta, dihadiri juri dari UGM, UIN Jakarta, BRIN, serta berbagai pejabat terkait.

Ide awal muncul saat Fathan memperhatikan minyak goreng yang gelap di penjual gorengan. Dari situ, ia meneliti dampak kesehatan minyak jelantah, serta nilai ekonominya sebagai bahan bakar alternatif (biodiesel/B40) yang juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca. Dengan pendekatan SWOT, mereka merumuskan solusi agar pengelolaan UCO di rumah tangga berjalan optimal.

Hasil penelitian menyimpulkan empat strategi rekomendasi. Pertama, penguatan sosialisasi dan edukasi masyarakat berbasis teknologi. Kedua, membuat titik pengumpulan berbasis komunitas. Ketiga, penstandarisasian kualitas UCO. Keempat, pemberian insentif ekonomi bagi pengelola UCO.

Meski masih SMP, keduanya menunjukkan ketekunan dan semangat ilmiah tinggi. Apalagi pengumpulan data pun tak selalu mudah; mereka harus menyebarkan survei secara daring kepada orang tua siswa, dibantu guru dan perwakilan Forum Silaturahmi Orang Tua Siswa (Fosis) Insantama. Semua dilakukan dengan tekad dan doa, hingga akhirnya 357 dari 410 responden memenuhi syarat penelitian.

Fathan dan Nabil bukan hanya cerdas, tetapi juga kompak. Fathan bertugas menyusun ide dan analisis ilmiah, sedangkan Nabil berperan memastikan metodologi dan kesesuaian data. Keduanya saling melengkapi, menekuni penelitian dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

Melalui karya ini, Fathan dan Nabil membuktikan bahwa siswa SMP pun mampu berkontribusi pada lingkungan dan masyarakat, sekaligus meneladani sikap ilmuwan: selalu ingin tahu, kreatif, dan bertanggung jawab. Kemenangan mereka di Abak Academy menjadi bukti nyata bahwa ide brilian bisa lahir dari pengamatan sederhana, ketekunan, dan keberanian untuk bertanya.

Abak Academy, penyelenggara karya ilmiah di atas, adalah lembaga pendidikan nonpemerintah yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia melalui berbagai program, seperti olimpiade sains, karya tulis ilmiah, dan studi ke luar negeri. Lembaga ini telah terkurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek. Dengan demikian, seluruh kompetisi yang diselenggarakan Abak Academy diakui secara resmi dan memiliki standar kualitas tinggi. [] Irfah Zaidah

Baca lainnya

Fathan Al Maisan Zhafar (kanan) dan Muhammad Nabil Fikriansyah (kiri). Penganugerahan Juara The Honorable Winner, bertempat di Royal Palm Hotel and Conference, Jakarta, Kamis, 6 November 2025.

Meneliti Minyak Jelantah, Fathan dan Nabil Juara Karya Ilmiah

Fathan Al Maisan Zhafar (9A) dan Muhammad Nabil Fikriansyah (9B) dari SMPIT Insantama Bogor berhasil meraih The Honorable Mention dalam lomba karya ilmiah Abak Academy.…