Apa yang ingin dicari?
Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Inteens 2026: Catur Raksasa, Arena Belajar Memimpin dan Dipimpin

Lapangan Insantama Sport Center  Bogor mendadak berubah menjadi papan catur raksasa. Puluhan siswa berdiri di petak-petak catur sebagai “bidak hidup”, sementara seorang siswa bertugas mengatur strategi dari tepi lapangan. Suasana pertandingan berlangsung menegangkan. Setiap langkah harus diperhitungkan, setiap keputusan menentukan jalannya permainan.

Inilah salah satu perlombaan yang mewarnai kegiatan Inteens (Solidaritas Remaja Insantama) Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar pada 15–18 Juni 2026. Berbeda dari permainan catur pada umumnya, catur raksasa mengajak para siswa kelas VII dan VIII merasakan langsung bagaimana strategi, komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama diuji dalam sebuah simulasi di lapangan.

Jika biasanya buah catur digerakkan di atas papan kecil, kali ini para siswa sendirilah yang menjadi bidaknya. Seorang pengarah bertugas menyusun strategi dan mengarahkan setiap langkah tim menuju kemenangan.

Pengalaman itu dirasakan Nadya Ulya, siswi kelas 8D, yang telah dua kali dipercaya menjadi pengarah dalam permainan catur raksasa.

“Ada yang berbeda di Inteens kali ini. Lomba catur yang biasanya dimainkan di atas meja menjadi lebih seru karena papan caturnya seluas lapangan dan para siswanya menjadi bidak catur. Satu orang bertugas menjadi pengarah,” tuturnya.

Menurut Nadya, menjadi pengarah bukan sekadar memberi instruksi. Seorang pemimpin harus mampu membaca situasi, menyusun strategi, mendengarkan masukan, sekaligus mengambil keputusan pada waktu yang tepat.

“Pertandingan catur orang ini melatih kerja sama, strategi, kepemimpinan, siap memimpin dan dipimpin, serta berpikir kritis. Satu lagi, jangan ada rasa sombong dalam diri pengarah bidak catur. Kalau ada rasa sombong, pasti kalah,” ungkapnya.

Dalam permainan ini, setiap langkah memiliki arti. Kesalahan kecil, baik dari pengarah maupun anggota tim, dapat mengubah jalannya pertandingan. Karena itu, para siswa belajar bahwa keberhasilan tidak pernah ditentukan oleh satu orang saja, melainkan lahir dari kekompakan seluruh anggota tim.

Menjadi pengarah memberikan pengalaman berharga bagi Nadya. Ia dituntut mempertimbangkan setiap langkah dengan cermat, mendengarkan pendapat rekan satu tim, lalu mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab. Di sisi lain, para siswa yang menjadi bidak catur belajar disiplin mengikuti arahan dan bergerak sebagai satu kesatuan.

Di atas papan catur raksasa itulah, para siswa belajar bahwa seorang pemimpin juga harus siap dipimpin.[] Siti Sobiah

Baca lainnya

Inteens 2026: Catur Raksasa, Arena Belajar Memimpin dan Dipimpin

Lapangan Insantama Sport Center  Bogor mendadak berubah menjadi papan catur raksasa. Puluhan siswa berdiri di petak-petak catur sebagai "bidak hidup", sementara seorang siswa bertugas mengatur…