Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Bukan Sekadar Baris-Berbaris, tetapi Menempa Jiwa Pemimpin

Derap langkah yang serempak, aba-aba yang tegas, dan barisan yang rapi memenuhi Plaza Insantama, Sabtu (4/7/2026). Sekilas, suasana itu tampak seperti latihan baris-berbaris pada umumnya. Namun, di balik setiap gerakan yang dilakukan para guru, tersimpan ikhtiar besar: menyiapkan pendidik yang mampu membentuk karakter generasi Ansharullah.

Melalui Training of Trainers (ToT) Kurikulum Baris-Berbaris yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan (Dirdik) Insantama, para guru diajak memahami bahwa baris-berbaris bukan sekadar latihan fisik, melainkan sarana menanamkan disiplin, ketangguhan, kekompakan, dan kepemimpinan dalam diri peserta didik.

“Belajar baris-berbaris bukan sekadar baris biasa, tetapi untuk membangun kepemimpinan generasi Ansharullah,” tegas Direktur Pendidikan SIT Insantama Dr. Muhammad Rahmat Kurnia.

Menurutnya, pelatihan ini merupakan penyempurnaan dari evaluasi pelaksanaan kurikulum selama satu tahun terakhir agar tujuan pembentukan karakter siswa semakin jelas dan terarah.

Menanamkan Karakter Lewat Baris-berbaris

Menurut Rahmat, setiap gerakan dalam baris-berbaris sesungguhnya hanyalah media. Yang ingin dibangun ialah karakter siswa agar mampu mengendalikan diri, taat pada aturan, bekerja sama, sekaligus siap memimpin dan siap dipimpin.

Nilai-nilai tersebut harus hadir dalam keseharian, bahkan dalam kebiasaan sederhana.

“Sampaikan kepada siswa bahwa antum harus bisa mengatur dirinya sendiri dalam setiap aktivitas. Contohnya ketika menunggu shalat di masjid. Jika semua siswa mampu mengatur dirinya untuk diam dan tidak mengganggu temannya, maka semuanya pasti akan diam,” jelasnya.

Pembentukan karakter dilakukan secara bertahap, mulai dari menegakkan disiplin dan kepatuhan, melatih ketelitian dan tanggung jawab, membangun kekompakan, hingga membiasakan siswa memimpin regunya sendiri. Untuk mendukung proses tersebut, Dirdik menyiapkan 20 kali pertemuan yang dilengkapi Leadership Journal sebagai media refleksi perkembangan karakter siswa.

Dari Teori ke Praktik

Agar pembelajaran tidak berhenti pada teori, Dirdik menghadirkan Eddy Sukardy, anggota TNI yang selama ini mendampingi petugas keamanan Insantama.

Dengan gaya yang tegas dan hangat, Eddy membimbing para guru mempraktikkan teknik dasar baris-berbaris sekaligus meluruskan berbagai kekeliruan yang masih sering terjadi dalam pemberian komando.

“Komando langkah ke kiri atau ke kanan itu maksimal empat langkah, tidak boleh lebih. Saya pernah mendengar ada yang memberi perintah, ‘Delapan langkah kiri, grak!’ Itu tidak tepat,” ujarnya, disambut tawa para peserta.

Sesi diskusi pun berlangsung interaktif. Para guru mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penerapan kurikulum, mulai dari penyesuaian bagi siswa baru, pemenuhan jumlah pertemuan saat hari libur, hingga penerapan nilai kedisiplinan dalam pembelajaran Qiraati. Seluruh pembahasan bermuara pada satu tujuan, yakni memastikan ruh pembentukan karakter hadir dalam setiap proses pembelajaran.

Menyiapkan Generasi Ansharullah

Menutup kegiatan, Rahmat mengingatkan, guru tidak cukup mengajarkan urutan gerakan. Yang lebih penting ialah membantu siswa memaknai setiap latihan, membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari, lalu melakukan refleksi agar karakter terus bertumbuh.

“Seperti tukang besi yang bertugas membengkokkan besi, mungkin pekerjaannya tampak tidak berarti. Akan tetapi, dari besi itulah berdiri bangunan yang kokoh. Demikian pula dengan apa yang kita lakukan hari ini. Mungkin terlihat kecil, namun inilah yang dapat membangun peradaban yang agung melalui generasi Ansharullah yang kita didik,” tuturnya.

Di Insantama, baris-berbaris bukan sekadar latihan gerakan. Namun ikhtiar pendidikan karakter yang menyiapkan generasi Ansharullah agar disiplin, tangguh, kompak, serta siap memimpin dan siap dipimpin.[] Siti Sobiah

Baca lainnya

Bukan Sekadar Baris-Berbaris, tetapi Menempa Jiwa Pemimpin

Derap langkah yang serempak, aba-aba yang tegas, dan barisan yang rapi memenuhi Plaza Insantama, Sabtu (4/7/2026). Sekilas, suasana itu tampak seperti latihan baris-berbaris pada umumnya.…