Apa yang ingin dicari?
Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Melangkah Sinergi, Menjadi Generasi Qur’ani

“Surah al-Baqarah.”

Jawaban itu meluncur polos dari bibir Raihan. Sejenak ruangan hening. Lalu tepuk tangan bergemuruh memenuhi Auditorium lantai 3 Gedung 1 SIT Insantama. Anak kelas 4 itu baru saja menjawab pertanyaan tentang surah panjang yang belum mampu ia hafal. Kejujurannya sederhana, tetapi keberaniannya menyebut surah terpanjang dalam Al-Qur’an sontak mengundang senyum bangga sekaligus haru dari para orang tua.

Begitulah gambaran salah satu suasana Haflah Tilawatil Quran ke-6, Sabtu, 13 Desember 2025. Sebanyak 167 siswa kelas 4 hadir bersama kedua orang tua mereka dalam acara yang menjadi wujud syukur atas perjalanan belajar Al-Qur’an sekaligus langkah menuju program Tahfizh. Di luar gedung, photo booth floral bernuansa pastel karya ibu-ibu Forum Silaturahmi Orang Tua Siswa (Fosis) menyambut peserta dengan sentuhan estetik dan hangat.

Sesi imtihan berlangsung meriah. Anak-anak antusias mengangkat tangan menjawab pertanyaan dari Pak Asra selaku PJ Qiraati, Ustadz Fuad selaku PJ Tahfizh, Ibu Julia yang mewakili Yayasan Insantama Cendekia, serta Direktur Pendidikan SIT Insantama Ustadz Muhammad Rahmat Kurnia.

Riva mengungkapkan kegembiraannya belajar Qiraati karena kini bisa membaca Al-Qur’an, meski ia merasa sedih jika belum lulus karena bacaannya kurang baik. Jawaban-jawaban polos seperti inilah yang membuat suasana formal terasa hidup dan penuh keceriaan.

Dalam momen serah terima Program Qiraati ke Tahfizh, Pak Asra menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama membimbing siswa, seraya memohon doa agar anak-anak senantiasa dekat dan mencintai Al-Qur’an. Pesan itu diperkuat Ustadz Fuad yang mengingatkan pentingnya sinergi orang tua melalui dukungan doa dan pemantauan perkembangan siswa lewat platform Simtama.

Suasana berubah haru ketika para peserta menyerahkan bunga kepada ayah dan bunda sambil memohon doa dan restu. Pelukan hangat dan air mata menjadi saksi tekad mereka. Menghafal Al-Qur’an bukan perjalanan mudah. Menuntut disiplin, mengalahkan rasa malas, dan membatasi waktu bermain. Namun hari itu, ikrar mereka terucap mantap.

Dalam tausiyah penutupnya, Ustadz Muhammad Rahmat Kurnia mengingatkan, bacaan Al-Qur’an adalah rezeki dan kenikmatan yang patut disyukuri. Dengan gaya energik, ia mengajak seluruh yang hadir memanjatkan doa agar kelak menjadi Ahlul Qur’an.

Haflah ini bukan sekadar seremoni. Namun langkah bersama, melangkah sinergi antara sekolah dan orang tua, untuk menumbuhkan dan menguatkan cita-cita besar: menjadi Generasi Qur’ani.[] Beti Nurbaeti

Baca lainnya

Melangkah Sinergi, Menjadi Generasi Qur’ani

“Surah al-Baqarah.” Jawaban itu meluncur polos dari bibir Raihan. Sejenak ruangan hening. Lalu tepuk tangan bergemuruh memenuhi Auditorium lantai 3 Gedung 1 SIT Insantama. Anak…