“Jangan menjadikan murajaah sebagai beban. Nikmatilah, karena ayat-ayat Al-Qur’an adalah jamuan dari Allah, surat cinta dari Allah SWT. Kitalah yang mendapat kehormatan untuk menjaganya. Mestinya kita bangga.”
Pesan tersebut disampaikan Koordinator Sidang Tahfiz, Ustadz Ahmad Fuad Alhafidz, dalam pembukaan Sidang Tahfiz (Sidtah) periode 2 semester ganjil tahun ajaran 2025/2026.
Ustadz Fuad mengajak peserta merenungi anggapan menghafal Al-Qur’an itu susah. Menurutnya, menghafal Al-Qur’an sejatinya mudah karena Allah yang memudahkannya. Namun, murajaah sering kali dianggap sebagai beban sehingga terasa berat.
Hadir pula Direktur Pelaksana SIT Insantama Adhi Maretnas Harapan, yang memotivasi peserta dengan menekankan bahwa kelelahan dalam menghafal Al-Qur’an adalah kelelahan yang berpahala. “Hidup pasti lelah. Tinggal memilih, lelah yang berpahala atau tidak? Mereka yang bekerja keras sejak muda akan menikmati kebahagiaan di masa tua,” ujarnya.
Sidang Tahfiz diselenggarakan di Masjid Pendidikan Insantama, Sabtu, 6 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 231 siswa, terdiri atas 41 siswa SDIT, 138 siswa SMPIT, dan 52 siswa SMAIT, yang mengikuti ujian hafalan Al-Qur’an dalam satu juz.
Di balik wajah-wajah ceria peserta, tersimpan kecemasan saat menghadapi penguji. Hal ini dirasakan Al Barra Lentera Juang, siswa kelas 2 D, peserta termuda yang baru pertama kali mengikuti Sidtah. Meski rutin murajaah setiap hari, Barra mengaku tetap merasa berdebar.
Sementara itu, Muhammad Fauzan Muttaqien Al Fatih, siswa SMAIT kelas XI IPA 1, mengikuti Sidtah untuk kedua kalinya. Siswa boarding asal Kalimantan Selatan ini menguji hafalan juz 28, setelah sebelumnya mengikuti Sidtah juz 27. Fauzan menuturkan, murajaah yang rutin, meski sedikit demi sedikit, membuat soal ujian lebih mudah dijawab.
Hal serupa disampaikan Huwaina Syamilia Khayzuran, siswi boarding SMPIT kelas VIII F, yang mengikuti Sidtah untuk kelima kalinya dengan hafalan juz 13. Ia berpesan agar peserta benar-benar meniatkan murajaah agar target hafalan dapat tercapai.
Kegiatan Sidang Tahfiz berakhir pada pukul 12.30 WIB. Raut lega terpancar dari wajah peserta dengan harapan dapat lulus dan melanjutkan hafalan pada juz berikutnya.
Menutup kegiatan, Ustadz Fuad kembali mengingatkan agar hafalan tidak hanya tersimpan di kepala, tetapi dimasukkan ke dalam hati melalui murajaah yang rutin dan teratur. “Bismillah, Allah akan memudahkan semuanya,” pungkasnya.[] Eva Priyawati







