“Serunya buat yogurt, enggak sabar pengen icip hasilnya!”
Ucapan Ahmad Taqiyudin (5B) itu langsung disambut tawa dan anggukan teman-temannya. Wajah-wajah penuh antusias tampak tak sabar menunggu hasil dari percobaan yang mereka lakukan sendiri.
Suasana itu mewarnai kegiatan Ekspresi Saintis Jumat yang diikuti oleh 62 siswa pada Jumat, 10 April 2026. Sejak pagi, kelas terasa lebih hidup. Siswa datang dengan semangat untuk belajar melalui percobaan langsung yang sederhana dan bermakna.
Kegiatan diawali dengan praktik membuat yogurt. Dengan bahan susu cair dan Biokul sebagai starter, siswa mengenal proses fermentasi. Mereka mencampurkan bahan dengan teliti, lalu menyimpannya untuk didiamkan hingga berubah menjadi yogurt.
Dari proses tersebut, siswa memahami bahwa yogurt mengandung bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan, terutama pencernaan. Mereka belajar bahwa tidak semua bakteri berbahaya. Sebagiannya justru memiliki peran penting dalam kehidupan manusia.
Pembelajaran ini kemudian dikaitkan dengan sunnatullah, bahwa segala sesuatu di alam berjalan sesuai ketetapan Allah. Bakteri yang tidak terlihat oleh mata pun memiliki fungsi penting atas izin-Nya, menunjukkan kesempurnaan ciptaan-Nya.
Kegiatan berlanjut dengan percobaan perubahan warna larutan dari cokelat menjadi jernih setelah Vitacimin ditambahkan ke dalam Betadine. Reaksi ini memunculkan rasa takjub sekaligus mendorong rasa ingin tahu siswa.
Melalui percobaan tersebut, siswa tidak hanya menyaksikan perubahan, tetapi juga mulai memahami bahwa setiap reaksi memiliki penjelasan ilmiah. Sains terasa lebih dekat karena mereka mengalaminya secara langsung.
Di akhir kegiatan, setiap siswa mendapatkan satu buah Vitacimin dan dua botol yogurt hasil praktik mereka. Kegiatan ditutup dengan refleksi bahwa belajar dapat berlangsung dengan menyenangkan, bermakna, dan menumbuhkan rasa syukur atas ilmu serta nikmat yang diberikan Allah.
Dari yogurt yang dibuat, ilmu pun tersemat. Dari pengalaman sederhana, syukur pun meningkat. Menjadi bekal berharga dalam perjalanan belajar mereka.[] Ade Willy Surtinih







