Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Melangkah di Desa, Menempa Kemandirian Sepenuh Jiwa

“Awalnya deg-degan, tapi setelah mencoba rasanya seru dan ingin lagi.”

Pengakuan itu muncul setelah seorang siswa meluncur dari wahana rainbow slide. Rasa ragu yang semula terasa perlahan berubah menjadi keyakinan, sebuah langkah kecil menuju kemandirian.

Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman berkesan dalam hari kedua kegiatan Leadership for Champions #1 (LC #1) SDIT Insantama pada Selasa, 14 April 2026, di Kampung Batik, kawasan Agrowisata Gunung Mas, Cisarua, Bogor. Mengusung tema Di Desa Kami Belajar, kegiatan ini diikuti oleh 168 siswa kelas 4, dengan sebagian kecil berhalangan hadir karena alasan kesehatan.

Sejak dini hari, kegiatan dimulai dengan biah shalihah melalui shalat Tahajud berjamaah. Dalam udara dingin pegunungan, para siswa tetap bersemangat melangkah ke masjid. Rangkaian ibadah dilanjutkan dengan shalat Witir, shalat Shubuh berjamaah, dzikir, doa, hingga kultum oleh siswa, melatih kedisiplinan sekaligus kemandirian dalam menjaga ibadah.

Suasana kemudian berubah ceria saat siswa memainkan permainan tradisional pepeletokan. Dengan alat sederhana dari bambu, mereka belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu bergantung pada teknologi, tetapi bisa hadir dari kebersamaan dan kreativitas.

Perjalanan berlanjut menuju kebun teh dengan berjalan kaki sekitar 250 meter. Dalam kegiatan ini, siswa dibagi menjadi dua kelompok yang secara bergantian mengikuti pembelajaran. Di kebun teh, mereka memahami proses panjang produksi the, mengajarkan bahwa setiap hasil membutuhkan kesabaran dan usaha.

Sementara itu, kelompok lain menghadapi tantangan di wahana rainbow slide. Dengan lintasan yang panjang dan cukup curam, siswa belajar mengelola rasa takut dan membangun kepercayaan diri. Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam proses membentuk kemandirian.

Kegiatan berikutnya semakin memperkaya pengalaman saat siswa turun ke sungai untuk menangkap ikan. Tawa dan semangat kebersamaan begitu terasa. Lebih dari sekadar permainan, kegiatan ini mengajarkan bahwa hasil tidak datang secara instan, melainkan melalui usaha, kesabaran, dan kerja sama.

Menurut Pak Marsambas, aktivitas ini juga melatih keterampilan hidup (life skill), membangun karakter tangguh, serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah melalui pengalaman langsung di alam.

Hasil tangkapan kemudian dibakar bersama setelah shalat Ashar berjamaah. Di tengah kabut dan rintik hujan, suasana kebersamaan terasa hangat, menjadi momen sederhana yang sarat makna.

Menjelang sore, siswa mempresentasikan hasil pengamatan mereka tentang potensi ekonomi Kampung Batik. Kegiatan ini melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi, yang menjadi bekal penting bagi calon pemimpin di masa depan.

Melalui rangkaian kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga belajar berdiri lebih mandiri dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Di desa sederhana itu, setiap langkah menjadi latihan kehidupan.

Karena dari langkah-langkah kecil itulah, kemandirian ditempa, tumbuh perlahan, dan menguat sepenuh jiwa.[] Nono Hartono

Baca lainnya

Melangkah di Desa, Menempa Kemandirian Sepenuh Jiwa

“Awalnya deg-degan, tapi setelah mencoba rasanya seru dan ingin lagi.” Pengakuan itu muncul setelah seorang siswa meluncur dari wahana rainbow slide. Rasa ragu yang semula…