Apa yang ingin dicari?
Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Syawal Bermakna, Maaf dan Berbagi Bersama

Syawal menjadi lebih bermakna ketika diisi dengan saling memaafkan dan berbagi kebahagiaan. Melalui Liqa Syawal, SDIT Insantama menghadirkan momen hangat kebersamaan yang menumbuhkan kepedulian sekaligus mempererat ukhuwah di antara siswa.

Kegiatan yang menjadi penutup rangkaian Kepompong Ramadhan ini dilaksanakan selama dua hari, Selasa–Rabu, 31 Maret hingga 1 April 2026, dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 1–6 dengan penuh antusias.

Hari pertama diawali dengan pembiasaan biah shalihah melalui shalat Dhuha di kelas, dilanjutkan materi Bina Syakhsiyyah Islamiyah (BSI) bertema Indahnya Saling Memaafkan. Dalam apel pembukaan, Pak Marsambas mengingatkan, tidak ada manusia yang ma’shum selain Rasulullah SAW, sehingga saling memaafkan menjadi kebutuhan setiap insan.

Suasana haru terasa saat kegiatan musyafahah berlangsung. Guru dan siswa saling berjabat tangan, memohon dan memberi maaf dengan tulus. Momen ini kemudian mencair dalam suasana santai saat istirahat, ketika siswa berbagi cerita liburan. Azzain Abimana Danvir (4F), misalnya, menceritakan pengalamannya bersilaturahmi ke Bandung bersama keluarga.

Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan shalat Dhuha dan materi BSI bertema Indahnya Berbagi di Bulan Kemenangan, dilanjutkan pembelajaran Qiraati. Puncaknya adalah kegiatan “Berburu Kue Lebaran” yang paling dinanti siswa.

Setiap siswa membawa kue dari rumah untuk kemudian dikumpulkan dan dinikmati bersama di beberapa titik sekolah. Secara bergiliran, setiap kelas berkeliling sambil berbagi dengan teman-temannya. Keceriaan pun terpancar, seperti yang diungkapkan Arkananta Alhusain Fitrajati (1A), “Ana senang karena bisa berbagi dengan teman-teman, karena Allah mencintai orang yang suka berbagi.”

Ketua pelaksana, Pak Ricky Aditya, menjelaskan bahwa Liqa Syawal merupakan bentuk rasa syukur setelah Ramadhan sekaligus sarana mempererat ukhuwah. Ia berharap kegiatan ini menumbuhkan semangat generasi Ansharullah, yakni generasi yang siap menolong agama Allah.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung lancar dengan antusiasme tinggi. Berbagai evaluasi dari rangkaian sebelumnya justru menjadi pembelajaran berharga bagi perbaikan ke depan.

Dari Liqa Syawal ini tersirat satu pesan kuat bahwa Syawal bukan sekadar penutup Ramadhan, tetapi awal untuk menjaga semangatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui maaf yang tulus dan berbagi yang hangat, siswa belajar menjadi pribadi yang lebih peduli, lebih bersih hatinya, dan lebih siap memberi manfaat bagi sesama.[] Nono Hartono

Baca lainnya

Syawal Bermakna, Maaf dan Berbagi Bersama

Syawal menjadi lebih bermakna ketika diisi dengan saling memaafkan dan berbagi kebahagiaan. Melalui Liqa Syawal, SDIT Insantama menghadirkan momen hangat kebersamaan yang menumbuhkan kepedulian sekaligus…