Apa yang ingin dicari?
Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Kembali ke Sekolah, Disambut Abu Ubaidah

Sosok berseragam tentara dengan postur tegap berdiri di koridor sekolah, menyambut setiap siswa yang datang pagi itu, Selasa (31/3/2026) di SIT Insantama Bogor. Bukan prajurit sungguhan, melainkan representasi Abu Ubaidah, nama besar dalam sejarah Islam.

Ia merujuk pada Abu Ubaidah ibn al-Jarrah, sahabat Rasulullah SAW yang dikenal sebagai sosok amanah, tegas, dan pelindung umat. Di masa kini, nama Abu Ubaidah juga lekat sebagai simbol perlawanan, di antaranya disematkan pada sosok juru bicara kelompok perlawanan di Gaza yang menjadi representasi keberanian menghadapi penjajahan.

Nilai-nilai itulah yang dihadirkan dalam penyambutan pagi itu. Mengubah hari pertama sekolah menjadi penuh makna dan semangat.

Setelah hampir sebulan menikmati hangatnya kebersamaan bersama keluarga, kembali ke sekolah bukan selalu hal yang mudah. Bagi sebagian siswa, rutinitas belajar terasa seperti tantangan yang harus dimulai dari nol. Namun bagi yang lain, hari pertama justru menjadi momen yang dinanti, kesempatan untuk kembali bertemu guru dan sahabat.

Di tengah beragam rasa itu, di hari pertama sekolah lagi, Insantama menghadirkan pengalaman yang berbeda. Senyum dan tawa mengiringi langkah para siswa yang disambut dengan cara yang unik. Kamera para orang tua pun tak henti mengabadikan momen hangat tersebut.

Menurut Sodik Permana, guru yang memerankan tokoh tersebut, penyambutan ini bukan sekadar hiburan. Namun menjadi pesan bahwa para guru siap kembali mendampingi siswa, sekaligus menghadirkan rasa aman selama berada di lingkungan sekolah.

Tidak hanya itu, suasana semakin bermakna dengan hadirnya tokoh ulama Nusantara yang diperankan oleh guru lainnya. Kehadiran mereka melambangkan pentingnya menuntut ilmu dengan adab dan keteladanan. Nilai-nilai ini sengaja dihadirkan untuk mengingatkan bahwa belajar bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan proses pembentukan karakter.

Kemeriahan berlanjut dalam apel liqo Syawal yang diisi dengan penampilan drama oleh para guru. Suasana menjadi hidup ketika salah satu adegan sahur ditampilkan dengan sentuhan humor. Gelak tawa pun pecah di antara para siswa.

“Seru banget, apalagi waktu adegan disuapin sambil ngantuk,” ujar Rayyan dengan wajah sumringah.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan mushafahah, tradisi saling bersalaman antara kakak dan adik kelas, serta antara guru dan siswa. Satu per satu tangan saling berjabat, diiringi senyum dan ucapan maaf yang tulus. Momen sederhana. Namun sarat makna dalam mempererat ukhuwah setelah Ramadhan.

Hari pertama sekolah pun terasa berbeda. Bukan sekadar kembali ke bangku belajar, tetapi juga kembali menata semangat, memperbarui niat, dan menguatkan kebersamaan.

Dan mungkin, di situlah makna sebenarnya dari penyambutan ini bahwa perjalanan menuntut ilmu tidak dimulai dengan beban, melainkan dengan rasa aman, teladan, dan hati yang kembali dikuatkan.[] Siti Sobiah

Baca lainnya

Kembali ke Sekolah, Disambut Abu Ubaidah

Sosok berseragam tentara dengan postur tegap berdiri di koridor sekolah, menyambut setiap siswa yang datang pagi itu, Selasa (31/3/2026) di SIT Insantama Bogor. Bukan prajurit…