Semangat continuous improvement dan provide the best service tampaknya akan terus dijaga di Unit SDIT Insantama, terbukti dengan telah dilakukannya penyelenggaraan kegiatan pelatihan bagi para guru. Tidak hanya guru kelas dan mapel saja, tapi juga berlaku bagi para guru qiraati. Kegiatan yang berlangsung pada hari Sabtu, 18 Agustus 2018 itu dilaksanakan di aula SD dan hampir penuh dihadiri oleh para guru.

Bertindak sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut adalah Direktur Pendidikan Yayasan Insantama Cendekia, yaitu Ust. Dr. Muhammad Rahmat Kurnia. Beliau mengawali prosesi pelatihan dengan mengajak berkonsentrasi para peserta dengan permainan kertas. Para peserta diminta untuk melipat kertas yang sudah disiapkan menjadi dua bagian dan setelahnya para peserta diharuskan membayangkan apa yang ada di pojok kanan atas. Saat ditanya banyak jawaban yang disampaikan peserta, ada sudut, garis, warna putih, dan lainnya. Dan, semua jawabannya dianggap benar oleh pembicara, karena memang yang diharapkan adalah agar para peserta mulai dapat berkonsentrasi sesaat sebelum materi diberikan…

Materi awal yang disampaikan adalah Evaluasi Pembelajaran Efektif. Para guru diminta mengisi quesioner yang terdiri dari 70 soal yang materinya berkaitan dengan pembelajaran efektif yang telah dilakukan oleh guru, baik sebelum, saat, maupun di akhir proses pembelajaran. Guru harus mengisi tiap-tiap soal dengan opsi jawaban A (selalu dilakukan), B (sering dilakukan), C (kadang-kadang), dan D (hampir tidak pernah). Hasil akhir penilaiannya, seluruh jawaban dihitung berapa jumlah A, B, C, dan D nya. Jumlah jawaban A dikalikan dengan 4, jumlah B dikalikan 3, jumlah C dikalikan 2, dan jumlah jawaban D dikalikan 1.

Hasil perkalian masing-masing jawaban kemudian dijumlahkan dan hasil akhir ini disebut dengan Skor Presentasi Pembelajaran (SPP). SPP guru akan mendapat nilai A bila jumlah SPPnya berkisar antara 227 – 280, nilai B bila skor nilai SPPnya 175 – kurang dari 227, nilai C dengan skor antara 122 – kurang dari 175, dan nilai D dengan nilai SPPnya di interval 70 – kurang dari 122. Oleh pembicara, hasil nilai SPP guru-guru kemudian dilist untuk tiap-tiap angkatan kelas. Dan, kelas yang paling tinggi nilai SPPnya adalah kelas III dengan rekapnya adalah 3 orang guru bernilai A dan 5 guru lainnya bernilai B… Selamat untuk guru-guru angkatan kelas III. Para guru kemudian diminta untuk bermuhasabah atas nilai SPPnya masing-masing, semuanya diharapkan untuk meningkatkan kemampuannya, pun pada para guru yang sudah mempunyai nilai A.

Materi selanjutnya yang disampaikan pembicara adalah Evaluasi Pembelajaran Tsaqofah. Hasil evaluasi tsaqofah merupakan hasil dari observasi dan pengamatan yang dilakukan oleh tim RnD dan mitra pada para siswa dari kelas I hingga kelas VI yang telah dilakukan selama rentang waktu di Tahun Pelajaran 2017/2018. Secara umum, acuan yang digunakan untuk dilakukannya observasi adalah Standar Kecakapan Umum (SKU) dan Standar Kecakapan Khusus (SKK) yang sudah ditetapkan yayasan. Hasil penilaian observasi SKU adalah materi yang berkaitan dengan kepribadian Islam (87.9%), tsaqofah Islamiyyah (84.5%), dan ilmu kehidupan (91.3%). Hasil penilaian tsaqofah lainnya adalah penilaian ketercapaian indikator dan juga observasi proses pendidikan. Hasil penilaian-penilaian itulah yang kemudian dijadikan sebagai acuan untuk dilakukannya perbaikan kerikulum. Selain itu, hasil dari penilaian evaluasi tsaqofah dapat digunakan untuk:

  1. Tingkat keberhasilan pemahaman tsaqofah tiap unit diketahui.
  2. Ditemukan hal-hal mendasar yang perlu diperbaiki dalam rangka peningkatan pemahaman tsaqofah.
  3. Terbentuknya kurikulum, materi, dan metode pembelajaran tsaqofah yang lebih komprehensif dan terukur tingkat keberhasilannya.

Di akhir pelatihan, pembicara menyampaikan bahwa apa yang dihasilkan dari evaluasi tsaqofah memperlihatkan masih banyak ruang yang harus disempurnakan. Oleh karena itu, diperlukan semangat dari para guru untuk tidak mengenal lelah dalam melakukan perbaikan diri dalam upaya memberikan yang terbaik bagi Insantama, utamanya bagi para siswa peserta didik, karena mereka adalah aset umat yang akan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan. Hal ini juga dikuatkan oleh Pak Adi Fadjar Nugroho selaku kepala sekolah sesaat sebelum ditutupnya pelatihan, yang mengajak para guru untuk meningkatkan kemampuan diri serta menindaklanjuti apa-apa yang sudah menjadi kesepakatan dalam pelatihan ini. Semoga Allah SWT kan senantiasa memberikan ridhoNya bagi perjuangan para guru dalam memberikan yang terbaik bagi umat…(NH. Tono)

Para peserta guru akhwat

Ust. Dr. Muhammad Rahmat Kurnia sedang memberikan instruksi kepada para guru peserta pelatihan

Para guru ikhwan peserta pelatihan asyik mengikuti arahan pembicara saat prosesi pembukaan pelatihan