Tiga Hari Berjamaah Menulis Karya Ilmiah

-

Dalam rangka memberikan informasi dan pengetahuan dasar tentang penulisan karya tulis ilmiah, SMAIT Insantama mengadakan workshop dari tanggal 9 – 11 Februari 2018. Acara diadakan di Auditorium SIT Insantama yang langsung dibuka dan dibimbing oleh Direktur Kesiswaan Yayasan Insantama Cendekia Ustadz Muhammad Karebet Widjayakusuma.

Dalam arahannya, ia mengatakan workshop ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan siswa dalam menulis karya tulis ilmiah.

Peserta workshop berjumlah 130 orang yang terdiri dari siswa kelas X dan kelas XII, yang juga didampingi oleh alumni dan beberapa orang guru. Siswa sangat antusias mengikuti kegiatan workshop ini, senada dengan yang disampaikan oleh salah seorang siswa yang bernama Muhammad Irsyad Abdullah R, yang mengatakan, dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan kami pengetahuan praktis dan motivasi untuk berjiwa kreatif dan kritis.

Di hari pertama, acara diawali dengan materi standar teknik penulisan ilmiah. Pemateri juga menyampaikan bagaimana mengembangkan ide atau gagasan yang bisa dikembangkan untuk sebuah karya tulis ilmiah. Peserta dibagi per kelompok, satu kelompok terdiri dari dua siswa.

Muhammad Imadudin Sidiq yang juga alumni SMAIT Insantama dalam materi yang disampaikannya mengatakan, “ide atau gagasan yang dipilih untuk sebuah topik penelitian dapat ditemukan dengan mudah yaitu dari permasalahan yang dialami sehari-hari, melalui permasalah tersebut dapat dikembangkan kembali untuk ditemukan solusinya berdasarkan landasan ilmu yang dimiliki.”

Ia juga mengatakan, “Selain itu, ketika memilih topik hal yang perlu diperhatikan adalah hipotesis yang mengarah pada kebenaran jawaban. Artinya, setiap permaslahan harus mmiliki jawaban atau solusi. Topik sebagai dasar permasalahan dapat diselesaikan dengan didukung ilmu/teori para ahli dan penelitian yang relevan dengan topik itu. Dengan kata lain siswa akan mudah memikirkan dan menuangkan ide-ide kreatif dan kritis mereka sebab diperoleh dari pengalaman dan pengetahuan kehidupan sehari-hari.”

Menurutnya, dasar dari penulisan karya tulis ilmiah adalah rasa ingin tahu memecahkan sebuah permasalahan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan serta disusun secara sistematis dan metodologis. “Dampak dari menulis karya tulis ilmiah salah satunya membentuk pemikiran yang kreatif, kritis, dan sistematis,” ujarnya.

Pemaparan semakin jelas saat pemateri mengatakan, “Untuk mencari bahan pendukung tulisan, Ananda bisa menggunakan banyak sumber salah satunya adalah mencari di mesin pencari internet, dengan mengetikkan kata kunci pdf di belakang informasi yang kita butuhkan, maka informasi yang diketengahkan akan berasal dari sumber yang terpercaya.”

Penyampaian pemateri yang lugas sangat mudah dipahami para peserta, dengan semangat mereka mulai melakukan penyusunan karya tulis, mulai dari pencarian ide atau topik tulisan, mengambarkan mengapa ide tersebut yang dikembangkan dan bagaimana dalam pemecahannya. Tentunya keberadaan alumni menjadi alternatif yang sangat dinikmati oleh ananda. Ananda bisa berdiskusi layaknya mereka dengan teman, karena pendekatan dan bahasa yang digunakan beraroma remaja.

Hari ke dua kegiatan, siswa mulai duduk berkelompok dengan menghadapi satu laptop. Sorot mata tajam dengan kerutan kening menghiasi kegiatan mereka, jari jemari tangan yang menari-nari di atas keyboard menandakan ananda dengan teman kelompoknya sedang sibuk menulis isi karya tulis. Sesekali kelihatan mereka sedang beradu pandang dengan mimik wajah yang serius saling bertukar pikiran untuk menemukan kata sepakat apa yang mestinya ditulis dan dirapikan.

Di hari ketiga hasil tulisan sudah kelihatan lebih jelas. Topik yang diangkat sangat beragam tapi masih di bawah ketentuan yang diinginkan.[]