“Good morning,
welcome back!”
Selain ucapan salam, sapaan berbahasa Inggris terdengar sejak langkah pertama memasuki gerbang SIT Insantama Bogor, Kamis pagi, 29 Januari 2026. Hari itu, suasana sekolah terasa berbeda. Seluruh area kampus dipenuhi nuansa English Zone (Zona Bahasa Inggris), mulai dari gerbang utama, plaza, hingga MPI (Masjid Pendidikan Insantama).
Kampus seolah berubah menjadi Archeariez English Zone, menyambut kepulangan Angkatan 17 SMPIT Insantama yang menamakan diri mereka Archeariez, sepulang dari kegiatan Leadership and Management Training (LMT) 4 di Pare, Kediri, Jawa Timur.
English Zone yang terasa kuat pada hari itu bukan sekadar konsep acara. Namun juga menjadi wujud nyata dari wejangan Direktur Pendidikan SIT Insantama Dr. Muhammad Rahmat Kurnia.
“Yang terpenting dari LMT-4 itu adalah menggembleng sikap kepemimpinan siswa, agar menjadi pemimpin Ansharullah,” tutur Ustadz Rahmat, begitu sapaan akrab Direktur Pendidikan, di hadapan ratusan siswa yang hadir di MPI.
LMT-4 sendiri berlangsung pada 17–29 Januari 2026 di Pare, kawasan yang dikenal sebagai Kampung Inggris. Di sana, para siswa tidak hanya ditempa jiwa kepemimpinannya, tetapi juga diasah keberanian dan kebiasaan berbahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam motivasinya, Ustadz Rahmat menekankan empat pesan penting kepada Archeariez. Pertama, siswa harus berani membiasakan diri “ngomong Inggris” setiap hari.
Kedua, jangan takut salah. “Ngomong saja, berlatih dan berlatih. Not to be too perfect [Tidak perlu terlalu perfeksionis],” pesannya, agar siswa tidak terjebak rasa takut mencoba. Ketiga, Archeariez harus berani dikoreksi dan dikritik.
Keempat, harus bangkit untuk menjadi lebih baik lagi. “Get up, keep trying and never give up [Bangkit, terus berusaha dan pantang menyerah]!” tegasnya.
Wejangan itu disampaikan di MPI pada pukul 08.25 WIB, tepat ketika 169 siswa Archeariez bersama 17 guru dan kru baru saja tiba dari Pare. Para orang tua siswa turut hadir, bersama adik-adik kelas dari angkatan 7 dan angkatan 8 “Vectorius”, yang menyambut kakak-kakak mereka dengan tertib dan penuh semangat.
Di gerbang utama, penyambutan diawali dengan prosesi pengguntingan pita. Daffi selaku protokol acara tampil percaya diri memandu acara dengan bahasa Inggris, dibantu oleh Syahmi, Amir, dan Ken.
Bendera angkatan kemudian diserahterimakan dari Ketua Angkatan 7 “Archeariez” Fauzan Adzim Sutomo kepada Kepala SMPIT Insantama Bogor Hasan Mulyono Guro.
Suasana semakin hangat saat grup vokalis Vectorius ikhwan melantunkan Heal The World (1991), lagu populer dari Michael Jackson. Sembilan personel vokalis: Ammar, Azfar, Ahkam, Fikri, Rafa, Nabil, Naba, Abiyyu, dan Salman, membuat atmosfer English Zone terasa semakin hidup.
Adik-adik kelas juga memberikan makanan ringan dan balon bertangkai dengan warna khas Archeariez, burgundy, sebagai simbol sambutan hangat bagi para kakak kelas.
Sesampainya di MPI, tim marawis mengalunkan Thala’al Badru, menghadirkan nuansa perjuangan Islam yang membakar semangat para hadirin.
Rangkaian acara di MPI pun kental dengan suasana Archeariez English Zone. Trio MC yakni Zidan, Nazeev, dan Azka, memandu acara dalam bahasa Inggris, begitu pula sari tilawah yang dibacakan oleh Dzulfiqar, dan tilawah Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 5-7 dibacakan oleh Jundi Nasution.
Momen ini menjadi ajang pembuktian bagi Archeariez. Fauzan selaku Ketua Angkatan, serta dua Top Scorer Fathan dan Ayesha tampil fluent and confident (lancar dan percaya diri), menunjukkan hasil latihan intensif selama di Pare.
Masya Allah, tabarakallah. Kepulangan Archeariez bukan hanya membawa cerita perjalanan, tetapi juga membawa budaya baru di kampus: keberanian berbicara, kesiapan memimpin, dan semangat untuk terus bangkit menjadi lebih baik.
English Zone hari itu menjadi bukti bahwa wejangan Dirdik tidak berhenti sebagai nasihat, tetapi benar-benar terwujud dalam aksi nyata.[] Adnin Nurulhaq







