Senyum Rabiah Al Adawiyah Siddiq, siswi kelas 1, akhirnya mengembang. Beberapa saat sebelumnya, ia tampak kebingungan mencari guru kelasnya. Padahal, guru yang dicarinya berdiri tidak jauh di hadapannya. Namun, bagi Biya, sapaan akrabnya, semua wajah guru tampak sama ramahnya sehingga ia belum tahu siapa yang harus diikuti.
Setelah berhasil menemukan guru kelasnya, Biya pun tak lagi canggung. Dengan wajah sumringah, ia berkata, “Biya senang punya teman dan ibu guru baru.”
Pengalaman Biya juga dirasakan ratusan siswa baru kelas 1 SDIT Insantama Bogor lainnya pada hari pertama masuk sekolah tersebut, Selasa (14/7/2026). Momen yang tampak sederhana itu menjadi tantangan pertama mereka. Bukan sekadar mencari ruang kelas atau guru yang benar, melainkan memulai perkenalan dengan sosok yang akan mendampingi perjalanan belajar mereka selama satu tahun ke depan.
Awal Sebuah Ikatan
Sejak pagi, SDIT Insantama dipenuhi wajah-wajah polos dengan beragam ekspresi. Ada yang melangkah penuh percaya diri, ada yang malu-malu saat disapa guru, dan ada pula yang masih enggan melepaskan genggaman tangan ayah dan bunda. Suasana semakin semarak dengan dekorasi bertema laut yang mengajak anak-anak seolah memulai petualangan baru menyelami samudra ilmu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan shalat Dhuha bersama, dilanjutkan kabaret dari kakak-kakak kelas yang menghibur sekaligus sarat pesan. Setelah itu tibalah momen yang paling dinanti sekaligus paling menegangkan: mencari guru kelas.
Berbekal potongan puzzle foto, anak-anak mencocokkan wajah guru satu per satu. Ada yang langsung menemukannya, ada yang beberapa kali salah mengenali, bahkan ada yang berkali-kali melewati guru kelasnya sendiri. Hingga akhirnya, sapaan hangat sang guru mengakhiri pencarian mereka. Sekaligus mengawali ikatan yang akan menemani perjalanan belajar mereka selama setahun ke depan.[] Siti Sobiah








