Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Puzzle Itu Membawa Mereka Bertemu Guru

Potongan-potongan puzzle berpindah dari tangan ke tangan. Anak-anak saling membantu menyusunnya hingga perlahan membentuk wajah seseorang.

“Itu ibu guru!” pekik mereka.

Begitu gambar wajah guru terlihat utuh, tantangan berikutnya pun dimulai. Mereka harus menemukan sosok yang ada di dalam puzzle, lalu mengikutinya menuju kelas masing-masing. Ada yang langsung menemukannya, ada yang masih kebingungan, bahkan ada yang beberapa kali melewati guru kelasnya sendiri.

Setelah berhasil bertemu guru kelasnya, senyum Al Madina Zhafran Ali pun mengembang.

“Senang dengan gedungnya yang besar, teman banyak, dan gurunya baik-baik,” ujar siswa kelas 1F yang akrab disapa Madin itu.

Pengalaman Madin juga dirasakan murid-murid baru kelas 1 SDIT Insantama pada kegiatan Pekan Ta’aruf Hari Ke-0 Tahun Pelajaran 2026/2027, Selasa (14/7/2026).

Sambutan Hangat

Sejak pukul 07.00 WIB, satu per satu murid datang bersama orang tua. Mahkota dan nametag berhiaskan ikon hewan laut menyambut kedatangan mereka, diiringi salam, sapa, dan senyum dari para guru.

“Konsep acara penyambutan ini dibuat semenarik mungkin agar para murid baru mendapatkan kesan yang baik tentang pendidikan di SDIT Insantama. Dari kesan awal itulah diharapkan mereka semakin bersemangat bersekolah di Insantama,” tutur Riyanti, penanggung jawab kegiatan.

Dipandu Dedi Soneta dan Yusep Syamsul Bakhri, murid-murid dikenalkan dengan sapaan khas Insantama, penggunaan kata ana dan antum, serta budaya 3S: Salam, Sapa, dan Senyum. Setelah melaksanakan shalat Dhuha bersama, mereka mengikuti berbagai kegiatan perkenalan hingga akhirnya memasuki kelas baru untuk berkenalan dengan guru dan teman-temannya.

Sementara itu, para orang tua mengikuti pertemuan bersama manajemen sekolah di Aula Naufal Syauqi. Berbagai informasi mengenai pembelajaran, program sekolah, target Qiraati, hingga tata tertib disampaikan sebagai bekal membangun sinergi antara rumah dan sekolah.

Bonding guru-guru kepada ananda luar biasa. Sambutannya hangat dan ramah. Saya merasa tenang dan aman ananda berada di Insantama,” tutur Rini Suci Utami, orang tua Ghinan Ghaza Shaleh, siswa kelas 1D.

Kesan serupa juga disampaikan Sisca Alvionita, orang tua Muhammad Danish Zavier, siswa kelas 1G.

“Alhamdulillah ananda bersemangat, senang, dan seru katanya. Mulai dekorasi hingga penyambutan sangat detail, apik, dan terencana. Insantama luar biasa,” ungkapnya.

Tepat pukul 10.00 WIB, murid-murid kembali bertemu ayah dan bunda. Mereka pulang membawa cerita tentang guru baru, teman baru, dan kelas baru.[] Nono Hartono

Baca lainnya

Puzzle Itu Membawa Mereka Bertemu Guru

Potongan-potongan puzzle berpindah dari tangan ke tangan. Anak-anak saling membantu menyusunnya hingga perlahan membentuk wajah seseorang. "Itu ibu guru!" pekik mereka. Begitu gambar wajah guru…