“Aku enggak nyaangka banget bisa jadi juara 1. Masuk finalis saja aku sudah senang. Benar-benar di luar dugaan,” ujar Nadya Ulya Khairunnisa kelas VIII.D SMPIT Insantama Bogor sambil tersenyum bahagia. Perasaan haru dan syukur itu mengiringi kemenangannya dalam lomba menulis esai tingkat SMP pada ajang Smart Teen Competition (Smention) XV/2026.
Ia pun mengungkap lahirnya ide membuat esai Paving Block Plastik: Inovasi Ramah Lingkungan untuk Mengurangi Penumpukan Sampah Plastik di TPST Bantar Gebang yang mengantarkannya menjadi Juara 1 Lomba Esai
Ide tersebut, sebut Nadya, lahir dari persoalan sampah plastik yang semakin menggunung. Melalui tulisannya, ia menawarkan solusi beton berupa pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block yang bernilai guna.
Dalam perlombaan ini, Nadya tidak bekerja sendiri. Ia berkolaborasi dengan rekannya, Sarah Hafidzah Mumtazah. Keduanya merupakan peserta Workshop Penulisan Ilmiah (WPI) Insantama yang berproses bersama sejak awal. Mulai dari menentukan judul, mengumpulkan referensi, menyusun presentasi, hingga membagi peran saat sesi tanya jawab dengan dewan juri, semuanya dilakukan dengan penuh kesungguhan. Bahkan, mereka rela mengerjakan tugas hingga larut malam demi hasil terbaik.
Keikutsertaan Nadya dalam lomba ini berawal dari mengikuti kegiatan Workshop Penulisan Ilmiah di Insantama. Dari dalamnya semangat literasi dan keberanian untuk bersaing tumbuh. Usaha tersebut pun menghasilkan hasil yang manis. Selain meraih juara 1 lomba esai, Nadya juga berhasil meraih juara 4 dalam lomba daur ulang. Ia membuat wadah berbentuk truk yang dilengkapi kotak-kotak kecil untuk menyimpan berbagai benda seperti peniti, manik-manik, pin, dan bros.
Smention XV/2026 yang diselenggarakan oleh OSIS SMAIT Insantama Bogor pada 3–4 Februari 2026 mengusung tema Road to Smention: Waste Management in Action. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai jenjang, mulai dari SD hingga SMA. Melalui tema tersebut, panitia ingin membangkitkan kesadaran generasi muda agar tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah anorganik.[] Siti Sobiah







