Jika Nisa dan tim bersinar di bidang STEM, maka Fathan dan tim tampil gemilang di kategori Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Fathan dan timnya berhasil meraih penghargaan Karya Terbaik, melalui proyek-proyek inovatif berbasis teknologi dan AI. “Peserta diajarkan hal-hal dasar seperti KKA, berpikir komputasional, dan lain-lain,” tutur Fathan.
Tahap pertama BTI diikuti sekitar 5.000 peserta. “Pada tahap pertama (daring) ana membuat proyek aplikasi deteksi dini bullying di sekolah dengan nama The Guardian,” jelasnya.
Tahap kedua adalah pembelajaran luring yang hanya diikuti 200 peserta terbaik. Peserta ditempatkan di berbagai perguruan tinggi ternama seperti UI, ITB, Unesa, Binus, UPI, dan lainnya.
Pada tahap kedua, Fathan mengembangkan proyek yang lebih kompleks. “Sedangkan tahap kedua (luring), ana membuat aplikasi game LeeMoon, modifikasi game space shooter berbasis AI. Alhamdulillah, dapat predikat sebagai Karya Terbaik,” akunya.
Fathan menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang mendukungnya. “Terima kasih atas dukungan semua pihak, Umi dan Abi, termasuk Bu Nurvitasari, guru mata pelajaran TIK selaku pembimbing ana,” ujarnya.
Fathan memetik enam hikmah dari kemenangan ini. Pertama, pertolongan Allah SWT adalah kunci utama keberhasilan dalam meraih cita-cita. Kedua, kemenangan ini menjadi salah satu pencapaian terbaik di jenjang SMP. Ketiga, prestasi ini meyakinkan Fathan bahwa dirinya mampu. Keempat, pertolongan Allah akan diberikan, apabila kita bersikap taat. Kelima, secara pribadi, tekad, ketekunan, dan keyakinan harus selalu ditanamkan. Keenam, secara tim, kerja sama dan komunikasi yang baik adalah salah satu kunci kemenangan.
Ke depan, Fathan memiliki dua target besar. Target jangka pendek, menindaklanjuti proyek The Guardian pada ajang perlombaan tahun 2026. Target jangka panjang, menerapkan ilmu yang telah diajarkan agar bermanfaat bagi kemaslahatan umat.
Fathan pun berpesan kepada teman-temannya, “Semoga kita dapat menjadi pribadi yang terus berjuang untuk kebaikan dan tak menyerah dalam menuntut ilmu. Ingatlah, hari-hari kita saat ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik lagi!”[] Salsabila Firdausi







