Barisan siswa kelas XII SMAIT Insantama angkatan Algazel terlihat rapi dan penuh fokus, siap menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Buku-buku, laptop, soal, dan catatan menjadi teman setia mereka, menemani setiap detik persiapan. Mata mungkin tampak letih, tapi semangat mereka tetap menyala karena TKA adalah pijakan penting menuju masa depan.
“Bu, TKA ini bukan akhir, melainkan salah satu pijakan menuju masa depan,” ujar salah satu siswi sesaat sebelum memasuki laboratorium komputer SIT Insantama pada hari pertama dalam kegiatan yang berlangsung Rabu dan Kamis, 5–6 November 2025.
Pengawas silang juga ikut kagum. Asep Jayadi dari SMAN 10 Bogor mengaku, “Awalnya saya mengira sekolah biasa saja, tapi ternyata luar biasa. Lingkungannya nyaman, karakter siswa sudah terbentuk, dan guru-gurunya sangat ramah. Semua tersenyum hangat. Insantama masuk jajaran SMA swasta terbaik. Saya sangat terkesan.”
Senada, Mulyadi, pengawas dari SMAN 5 Bogor, menambahkan, “Siswa di sini terkenal jujur dan tidak mencontek karena takut dosa. Insantama adalah sekolah para juara dan calon pemimpin. Masjidnya pun mewah seperti hotel—luar biasa!”
Proses persiapan TKA bagi Algazel bukanlah hal sepele. Dari latihan kepemimpinan di Taiwan, Thailand, dan Malaysia, hingga drill (latihan) soal setiap hari, setiap agenda membentuk siswa agar siap menghadapi medan juang akademik. Nilai rapor akan divalidasi melalui TKA, sehingga setiap angka harus benar-benar bisa dipertanggungjawabkan.
Selama dua hari ujian itu, doa menjadi senjata sakral saat logika bertarung dengan rumus dan teori. Wajah tulus dan sikap tawakal menandai keyakinan mereka kepada Allah, Sang Pemilik Ilmu. TKA di SMAIT Insantama bukan sekadar tes kemampuan, tapi perjalanan menuju kecemerlangan akal dan kesempurnaan keyakinan.
Di sinilah para pemimpin masa depan ditempa, dibimbing dengan ilmu dan ridha Sang Pencipta, sehingga setiap langkah mereka menjadi bekal menuju kesuksesan dunia dan akhirat.[] Winda Widiastuty







