Apa yang ingin dicari?
Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Layaknya Bangunan, Hafalan Al-Qur’an Juga Butuh Pondasi Kuat

Layaknya pondasi yang mengokohkan sebuah bangunan, dalam hafalan Al-Qur’an pun membutuhkan pondasi yang kuat. Demikian pesan yang disampaikan oleh Mudir Islamic Boarding School (IBS) Insantama Ustadz Chairul Anas, saat memberi sambutan dalam acara Sidang Tahfizh, pada Sabtu 4 Oktober 2025.

Pondasi yang kuat bagi ananda penghafal Al-Qur’an adalah bagaimana ananda bisa membaca Al-Qur’an dengan bacaan yang benar melalui metode Qiroati dan pengujian bagi hafalan ananda melalui Sidang Tahfizh sampai akhirnya ananda mengikuti Wisuda Tahfizh. Untuk itu semua maka sangat penting untuk ananda senantiasa muraja’ah (mengulang/mengoreksi bacaan).

“Jadi jika antum merasa menghafal Al-Qur’an itu sulit karena harus benar bacaannya, kadang dalam tes tidak lulus. Jangan sedih karena antum sedang membangun pondasi bagi hafalan antum,” ujar Ustadz Anas memotivasi siswa-siswi peserta Sidang Tahfizh.

Senada dengan Ustadz Anas, Penanggung Jawab Tahfizh Ustadz Fuad menyampaikan hal serupa.

“Sidang Tahfizh bukanlah akhir dari menghafal Al-Qur’an, tapi Sidang Tahfizh adalah awal bagi ananda untuk terus muraja’ah menguatkan hafalan,” ujarnya.

Sidang Tahfizh kali ini diikuti oleh 201 siswa-siswi Insantama dari tingkat SDIT, SMPIT, dan SMAIT. Sebagai rangkaian proses yang harus dijalani ananda siswa SDIT, SMPIT, dan SMAIT Insantama dalam pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an di Insantama.

Bagi siswa, Sidang Tahfizh adalah momen yang dinanti sebagai pengujian bagi hafalan yang telah dijalani berbulan-bulan. Begitulah yang dirasakan Reynara Atashya Budiman kelas 6B dan Aqillah Itsna Qonita kelas 6B.

Meskipun ini bukan Sidang Tahfizh yang pertama bagi keduanya tetapi tetap saja ada sedikit rasa berdebar-debar dan khawatir tidak lulus. Dan bisa mengikuti Sidang Tahfizh bagi dua orang sahabat ini adalah satu kebahagian karena berarti hafalan mereka bertambah.

Itsna berpesan pada teman-teman yang ingin mengikuti Sidang Tahfizh agar serius.

“Harus muraja’ah, enggak boleh main hp, dan enggak boleh nonton TikTok,” ujar Itsna dengan bersemangat saat ditanya apa pesannya bagi teman-teman yang ingin ikut Sidang Tahfizh.

“Harus semangat, enggak boleh putus asa. Kalau kita ingin dapet yang kita inginkan harus ada perjuangan dulu,” Reynara menambahkan.

Demikian pula yang dialami Muhammad Fauzan Azhim Sutomo, kelas 9C SMPIT Insantama. Santri boarding asal Makassar ini sudah mengikuti Sidang Tahfizh yang ke-6, namun tetap saja merasa berdebar-debar.

Di tengah-tengah kesibukannya dengan agenda boarding, Fauzan berusaha membagi waktu untuk muraja’ah dan mempersiapkan diri untuk Sidang Tahfizh. Pesan Fauzan bagi teman-teman yang mau mengikuti Sidang Tahfizh adalah agar mempersiapkan jauh-jauh hari dengan muraja’ah agar lebih percaya diri.

Bagi orang tua yang anak-anaknya mengikuti Sidang Tahfizh ada kelegaan tersendiri. Anak-anak selalu dekat dengan Al-Qur’an di tengah-tengah terjadinya degradasi moral di masyarakat.

Bagi ananda mengikuti Sidang Tahfizh adalah suatu kebahagiaan, lelah menghafal berbulan-bulan, terbayar dengan semakin bertambahnya hafalan Al-Qur’an. Harapannya adalah agar hafalan yang dimiliki bisa menuntun kehidupan yang diwarnai oleh nilai-nilai Al-Qur’an. [] Eva Priyawati

Baca lainnya

Layaknya Bangunan, Hafalan Al-Qur’an Juga Butuh Pondasi Kuat

Layaknya pondasi yang mengokohkan sebuah bangunan, dalam hafalan Al-Qur'an pun membutuhkan pondasi yang kuat. Demikian pesan yang disampaikan oleh Mudir Islamic Boarding School (IBS) Insantama…