“Tepuk Ramadhan!”
“Ramadhan!”
“Berakhlak!”
“Berilmu!”
“Beramal!”
“Insantama!”
“Luar biasa!”
Tepuk Ramadhan di atas bergemuruh di lapangan upacara SDIT Insantama Bogor, Kamis (12/02/2026). Tepuk kompak para siswa memecah pagi dengan semangat yang berlipat. Wajah-wajah ceria itu seolah tak sabar menyambut bulan penuh berkah yang dinanti. Hari itu, program Kepompong Ramadhan (KR) 1447 H resmi dibuka.
Suasana semakin khidmat ketika Ade Nurdin, Pembina Apel, mengajak siswa merenungi makna Ramadhan lebih dalam. “Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Adakah yang tahu peristiwa apa yang terjadi di bulan Ramadhan?” tanyanya.
Beberapa siswa mengangkat tangan penuh antusias. Ia pun membenarkan, Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pembeda antara yang benar dan batil.
Kemudian, Pak Ade, begitu sapaan akrabnya, menjelaskan tentang peristiwa Nuzulul Qur’an, peristiwa turunnya wahyu pertama sebagai cahaya bagi umat manusia.
Waktu berselang, tabuhan beduk oleh Pak Chandra Gumelar menjadi penanda resmi dibukanya Kepompong Ramadhan. Dentumannya menggema, disambut takbir dan tepuk tangan yang membuncah.
Kemeriahan berlanjut dengan parade program KR yang memasuki lapangan. Para guru tampil kreatif mengenakan kostum sesuai divisinya, membawa poster kegiatan yang akan dijalani siswa: Fiqh Ramadhan, Tokoh Muslim bertema “Menapaki Jejak Mujahid”, Galeri Ramadhan, Peringatan Nuzulul Qur’an, Mabit Ramadhan, hingga Liqa Syawal.
Parade ini bukan sekadar seremoni. Namun pengantar perjalanan ruhiah yang terstruktur dan terarah. Seluruh rangkaian dirancang untuk membentuk profil siswa Insantama yang berakhlak, berilmu, dan beramal. Menyeimbangkan aspek ruhiah, fikriah, dan jasadiah. Harapannya menjadi orang-orang yang benar-benar bertakwa.[] Siti Sobiah







