Tepuk tangan siswa menggema di halaman SDIT Insantama Bogor saat agenda tahunan Kepompong Ramadhan resmi dimulai pada Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan ini mengusung filosofi metamorfosis, mengajak siswa melewati proses pembinaan layaknya ulat di dalam kepompong agar kelak tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik setelah bulan suci berakhir.
Apel pembukaan dipimpin oleh Pak Ade Nurdin. Dalam amanatnya, ia menyampaikan empat keutamaan Ramadhan: bulan diturunkannya Al-Qur’an, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu neraka, bulan pengampunan dosa, serta bulan pelipatgandaan pahala.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Pak Chandra Gumelar selaku Steering Committee. Setelah pembukaan, suasana semakin meriah dengan parade kreatif para guru yang memperkenalkan rangkaian kegiatan Kepompong Ramadhan.
Melalui parade tersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai agenda yang akan dijalani selama program berlangsung. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Fikih Ramadhan, Tarhib, Games dan Futuhat, Semarak Literasi, Tokoh Islam Inspiratif, Galeri Ramadhan, Nuzulul Quran, hingga Liqa Syawal. Penampilan para guru yang dikemas secara kreatif disambut dengan tepuk tangan meriah dari para siswa.
Dalam sesi Fikih Ramadhan, tim yang dipimpin Pak Jovansa Karyadi memperkenalkan konsep Golden Ticket. Analogi ini menggambarkan Ramadhan sebagai kesempatan istimewa bagi setiap Muslim untuk meraih berbagai keutamaan. Melalui konsep tersebut, siswa diajak memahami bahwa Ramadhan menghadirkan banyak peluang kebaikan, seperti doa yang lebih mudah dikabulkan, pahala yang dilipatgandakan, perlindungan dari api neraka, serta kesempatan memperbanyak sedekah.
Selain itu, siswa juga diingatkan agar menjaga “tiket” tersebut dengan niat yang ikhlas serta menjauhi perilaku yang dapat mengurangi pahala, seperti amarah dan ucapan yang tidak baik.
Sebagai bagian dari program literasi dan numerasi sekolah, siswa kelas tinggi juga membuat poster bertajuk My Ramadhan Plans. Melalui kegiatan ini, mereka menuliskan berbagai rencana ibadah dan target kebaikan yang ingin dicapai selama bulan Ramadhan.
Antusiasme siswa terlihat dari respons yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Berdasarkan survei kepuasan di kelas 2C, kegiatan ini memperoleh tingkat kepuasan hingga 98 persen. Aldebaran, salah satu siswa, menyebut parade rangkaian acara sebagai bagian yang paling menarik.
Melalui rangkaian pembukaan ini, diharapkan seluruh siswa dapat menjalani Ramadhan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, sekaligus menjadikannya sebagai momentum untuk membentuk kebiasaan baik dan memperkuat karakter.[]
Widodo







