Apa yang ingin dicari?
Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Tawa dan Tangis dalam Ta’aruf

Siswa mengikuti rangkaian kegiatan Pekan Ta’aruf 2.
Siswa mengikuti rangkaian kegiatan Pekan Ta’aruf 2.

Tawa pecah di bawah langit Bogor yang basah oleh hujan, Selasa pagi, 13 Januari 2026. Di halaman SDIT Insantama, anak-anak berdiri rapat di atas bidang permainan yang kian menyempit. “Geser sedikit… hati-hati…” seru seorang siswa sambil menahan bahu temannya agar tak terjatuh. Riuh rendah terdengar, kaki-kaki kecil berusaha menjaga keseimbangan. Permainan kapal skoci itu sederhana, tetapi di situlah kebersamaan diuji.

Mereka belajar, bekerja sama bukan tentang siapa yang paling kuat berdiri, tetapi siapa yang mau memberi ruang. Tawa yang mengiringi permainan menjadi bahasa kebahagiaan sekaligus latihan adab tentang sabar, peduli, dan tidak saling menyalahkan.

Di pos lain, suasana berubah lebih tenang. Anak-anak diajak mentadabburi ciptaan Allah. Hujan yang turun dipahami sebagai rahmat, bukan sekadar cuaca. Dari permainan menuju perenungan, hari kedua Pekan Ta’aruf 2 bergerak dari riang menuju makna.

Namun momen paling menggetarkan hadir ketika lampu diredupkan di pos akhlak kepada orang tua.

Sebuah video tentang kasih sayang ayah dan ibu diputar. Perlahan, ruangan yang semula dipenuhi tawa menjadi hening. Wajah-wajah kecil menatap layar tanpa suara. Ada kisah tentang lelah yang tak pernah dikeluhkan, doa yang tak pernah putus, dan cinta yang tak bersyarat.

Ketika tayangan usai, setiap siswa diminta menulis surat cinta untuk orang tua mereka. Beberapa anak langsung menunduk dan menulis. Sebagian lainnya terdiam cukup lama, seolah mencari kata yang selama ini tertahan. “Maafkan aku, Ayah…” tulis seorang siswa dengan tangan sedikit bergetar. “Terima kasih, Ibu, sudah sabar padaku…” tulis yang lain, sebelum akhirnya mengusap mata.

Air mata jatuh perlahan. Bukan karena sedih semata, tetapi karena hati disentuh dan disadarkan.

Hari kedua (dari total tiga hari), Pekan Ta’aruf 2 menjadi potret utuh pendidikan karakter: dimulai dengan tawa di permainan, berujung pada air mata dalam surat cinta. Dari kebersamaan yang riuh menuju refleksi yang syahdu.[] Nono Hartono

Baca lainnya

Siswa mengikuti rangkaian kegiatan Pekan Ta’aruf 2.

Tawa dan Tangis dalam Ta’aruf

Tawa pecah di bawah langit Bogor yang basah oleh hujan, Selasa pagi, 13 Januari 2026. Di halaman SDIT Insantama, anak-anak berdiri rapat di atas bidang…