Sorak yel-yel Visiting Kelas 3 menggema di Koridor SDIT Insantama. Suaranya mengalahkan udara dingin dan hujan rintik yang turun pagi ini. Semangat siswa kelas 3 terpancar jelas, menandai dimulainya agenda yang telah lama dinantikan: Visiting Kelas 3 ke Rivera, Senin, 9 Februari 2026.
Dengan membaca basmalah dan iringan doa tidak hujan di tempat acara sebagai ikhtiar, rombongan siswa sholih Insantama berangkat menuju Rivera. Cuaca yang sempat diguyur rintik hujan tak menghalangi keceriaan mereka. Setibanya di lokasi, siswa disambut dengan senyum hangat dan keramahan para pemandu Rivera.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Sekolah, Bapak Adi Fadjar Nugroho MPd. Dalam pesannya, beliau mengingatkan siswa untuk menjaga alam sebagai ciptaan Allah SWT. “Kita datang ke sini untuk belajar dari alam ciptaan Allah. Maka jagalah lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Semoga kelak kita bisa berkumpul di tempat yang jauh lebih indah, yaitu surga-Nya,” pesannya.
Pesan tersebut bukan sekadar nasihat. Selama kegiatan berlangsung, setiap siswa benar-benar bertanggung jawab terhadap sampah masing-masing. Tidak terlihat tumpukan sampah meluap di tempat sampah, sebuah bukti kecil namun nyata kepedulian siswa Insantama terhadap lingkungan, selaras dengan tema visiting “Aku dan Lingkungan Sekitarku.”
Petualangan dimulai bersama Kak Aulia, pemandu Rivera, melalui games hijau-hitam yang langsung memecah suasana menjadi penuh tawa. Kegiatan berlanjut dengan melukis gerabah.
Saat ditanya siapa yang suka melukis, anak-anak serempak menjawab, “Anaaaa!” Warna-warna ceria pun menghiasi gerabah, mengekspresikan kreativitas masing-masing siswa.
Keseruan berlanjut di wahana kano, ada siswa yang beratraksi pacu jalur, ninja warrior, memanah, kursi sultan hingga flying fox yang menantang adrenalin. “Seru, Bu, tapi aku takut sampai hampir mau BAK. Aku merem aja,” cerita Jibril sambil terengah, disambut tawa teman-temannya. Setiap wahana menjadi pengalaman belajar keberanian dan kepercayaan diri.
Di tengah aktivitas, hujan kembali turun sebagai anugerah dari Allah SWT. Demi keamanan, beberapa wahana berbasis listrik ditutup. Namun kreativitas para guru tak berhenti. Games menyusun gelas menjadi menara yang tinggi dan permainan denah tetap menghadirkan keseruan dan kekompakan siswa.
Tak hanya itu, siswa juga mengunjungi area bertema “Negeri Belanda” dan berswafoto di depan kincir angin. Setelah seluruh wahana selesai dijelajahi, siswa bersantap siang bersama dengan penuh nikmat. Kegiatan dilanjutkan dengan shalat Dzuhur berjamaah di masjid terdekat. Alhamdulillah, seluruh rangkaian ibadah berlangsung tertib dan khusyuk.
Keceriaan Visiting Kelas 3 tidak berhenti di Rivera. Setibanya kembali di sekolah, siswa masih bersemangat melanjutkan lukisan gerabah yang belum selesai.
Kegiatan visiting ini menjadi pembelajaran berharga tentang disiplin saat mengantre, keberanian mencoba hal baru, kerja sama, serta mensyukuri keindahan ciptaan Allah SWT.[] Siti Sobiah







