Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Merakit Periskop, Menyemai Rasa Takjub

“Wow banget, ana bisa lihat yang di seberang!”

Seruan takjub itu terlontar dari Adzkia Nafeeza (5B) saat periskop buatannya berhasil digunakan. Dari alat sederhana yang ia rakit sendiri, dunia seolah terbuka dari sudut pandang baru.

Momen tersebut mewarnai kegiatan Ekspresi Saintis yang diikuti oleh 62 siswa pada Jumat pagi, 17 April 2026. Sejak awal, suasana sudah terasa hidup dengan antusiasme siswa yang siap belajar sekaligus bereksperimen.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Riki Aditya, S.Si. dan Ade Willy Surtinih, S.Pd.Gr. Siswa dikenalkan pada konsep periskop serta kisah penemuannya. Mereka memahami bagaimana alat sederhana dapat membantu melihat objek yang terhalang melalui prinsip pemantulan cahaya.

Untuk menjaga interaksi, sesi tanya jawab disisipkan di tengah pemaparan. Siswa berlomba mengangkat tangan dan menjawab dengan percaya diri. Suasana semakin meriah saat doorprize berupa permen diberikan kepada peserta yang aktif.

Memasuki sesi praktik, siswa mulai merakit periskop menggunakan bahan sederhana. Dengan penuh ketelitian, mereka menyusun bagian demi bagian hingga alat tersebut dapat digunakan. Proses ini tidak selalu mudah, namun justru di situlah letak pembelajarannya.

Selain keterampilan teknis, kegiatan ini juga melatih kerja sama dan ketekunan. Siswa saling membantu, berdiskusi, bahkan memperbaiki hasil karya bersama. Guru pun mendampingi dengan sabar agar setiap siswa dapat menyelesaikan periskopnya dengan baik.

Lebih dari sekadar eksperimen, kegiatan ini juga dikaitkan dengan nilai keimanan. Siswa diajak menyadari bahwa kemampuan manusia dalam menciptakan teknologi merupakan bagian dari anugerah Allah SWT. Dari sini tumbuh rasa syukur sekaligus semangat untuk terus belajar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa semakin mencintai ilmu pengetahuan, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta mampu mengembangkan kreativitas. Sains tidak lagi terasa jauh, tetapi hadir dekat—dapat dirakit, dipahami, dan dirasakan langsung manfaatnya.

Dari periskop sederhana, tumbuh rasa takjub. Dari rasa takjub, lahir semangat untuk terus menuntut ilmu sebagai bagian dari ibadah.[] Ade Willy Surtinih

Baca lainnya

Merakit Periskop, Menyemai Rasa Takjub

“Wow banget, ana bisa lihat yang di seberang!” Seruan takjub itu terlontar dari Adzkia Nafeeza (5B) saat periskop buatannya berhasil digunakan. Dari alat sederhana yang…