Ada satu cerita yang tersisa dan begitu membekas dari gelaran IMD SDIT Insantama pada Selasa (28/4/2026). Di tengah riuhnya aktivitas jual beli dan semangat berniaga para siswa, hadir sosok kecil dengan ketulusan besar: Ataletha, siswi kelas 3C yang akrab disapa Aleta.
Sebelum kegiatan dimulai, para siswa terlebih dahulu mendapatkan Arahan dari Pak Dedi Soneta. Pesan singkatnya tetapi sarat makna: “Ingat, jajan yang dibutuhkan dan jangan lupa berinfak.” Kalimat sederhana ini menjadi pengingat bagi siswa bahwa IMD bukan sekadar ajang transaksi, tetapi juga pembelajaran tentang pengendalian diri dan kepedulian berbagi.
Hari itu, seperti biasa, panitia infak berkeliling mengumpulkan donasi dari para peserta IMD. Namun, langkah mereka terhenti ketika Aleta dengan mantap menyerahkan seluruh uang yang dimilikinya. Bukan sebagian, melainkan semuanya. “Ini beneran semua diinfakkan, Dik?”, tanya Kak Zuyyin, petugas infak seolah tak percaya.
Saat ditanya mengenai motivasinya, Aleta hanya tersenyum. Senyum khasnya yang hangat seolah menjadi jawaban yang lebih dari sekedar kata-kata. Dalam diamnya, terpancar ketulusan yang sulit diungkapkan, tetapi mudah dirasakan. Aleta memilih beramal tanpa banyak bicara, menghadirkan pelajaran tentang keikhlasan yang nyata.
Ketika bundanya dimintai keterangan, ia menyampaikan, “Memang arahan dan dorongan dari saya sih, Bu, untuk ikut IMD dan menginfakkan semua hasilnya. Lillahi Ta’ala aja, Bu… motivasinya.” Sebuah kalimat singkat yang mengandung nilai yang kuat, tentang bagaimana orang tua menanamkan keikhlasan sejak dini.
Semangat berbagi yang ditunjukkan Aleta mengingatkan pada kisah sahabat Rasulullah, Abdurrahman bin Auf, seorang saudagar dermawan yang dijuluki sebagai “saudagar surga”. Kekayaannya tidak menjadikan lalai, justru menjadi jalan untuk memperbanyak amal dan memberi manfaat bagi umat. Jejak kecil semangat itulah yang tampak dalam diri Aleta di kegiatan IMD kali ini.
Ketua panitia IMD, Pak Setyanto, turut memberikan apresiasi atas sikap mulia tersebut. “Hal ini patut diapresias, tolong masukkan ke dalam reportase,” ujarnya.
Kisah Aleta menjadi pengingat bahwa nilai IMD bukan sekadar belajar berdagang, tetapi juga menumbuhkan jiwa berbagi, keikhlasan, dan kepedulian. Semoga keberkahan senantiasa meliputi seluruh keluarga besar Insantama, dan semakin banyak lahir “Aleta-Aleta” lainnya yang menebar kebaikan dengan tulus, tanpa pamrih.[] Siti Sobiah








