Suasana kelas mendadak riuh ketika kipas kecil itu mulai berputar cepat di bawah sinar matahari. Mata para siswa langsung berbinar. Sebagian bertepuk tangan, sebagian lagi sibuk membandingkan putaran kipas milik temannya.
“Wah, gerak! Cepat sekali!” seru Kimneymar Ahnaf Edkaputra dari kelas 5E dengan wajah penuh kegembiraan.
Sorak-sorai itu menjadi puncak dari kegiatan Ekspresi Saintis yang diikuti 62 siswa pada Jumat (24/4/2026). Hari itu, mereka tidak sekadar belajar teori sains di dalam kelas, tetapi langsung merakit kipas bertenaga panel surya dengan tangan mereka sendiri.
Sejak awal kegiatan, suasana kelas sudah terasa hidup. Guru menjelaskan materi dengan gaya interaktif melalui pertanyaan-pertanyaan pemantik yang membuat siswa aktif menyampaikan pendapat. Hadiah permen yang sesekali diberikan pun membuat suasana semakin cair dan menyenangkan.
Memasuki tahap perakitan, para siswa mulai sibuk menyusun komponen demi komponen. Ada yang bekerja mandiri, ada pula yang berdiskusi bersama temannya agar rangkaian yang dibuat tidak salah.
“Kalau ini dipasang di sini, nanti muter enggak ya?” tanya Azkani Keenan Asyamie dari kelas 5C.
“Coba saja dulu, nanti kita tes di luar kalau sudah kena matahari,” jawab Muhammad Kamil Muhyidin.
Percakapan sederhana itu memperlihatkan satu hal penting: rasa ingin tahu yang tumbuh secara alami melalui proses mencoba.
Satu per satu kipas mulai selesai dirakit. Wajah para siswa tampak penuh harap saat membawa hasil karya mereka keluar kelas untuk diuji langsung di bawah cahaya matahari.
Dan ketika panel surya mulai terkena sinar, baling-baling kecil itu pun bergerak cepat.
Kegembiraan segera menyebar. Para siswa saling menunjukkan hasil rakitannya, membandingkan putaran kipas, lalu tertawa bersama penuh rasa bangga.
Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa energi matahari dapat diubah menjadi tenaga yang mampu menggerakkan benda sederhana. Namun lebih dari itu, mereka juga diajak memahami bahwa ilmu pengetahuan bukan sekadar kumpulan rumus dan teori.
Dari kipas kecil bertenaga surya itu, para siswa belajar melihat kebesaran Allah SWT melalui ciptaan-Nya. Bahwa matahari yang setiap hari bersinar ternyata menyimpan manfaat besar bagi kehidupan manusia.[] Ade Willy Surtinih








