Suara bedug bertalu-talu memecah kesunyian pagi di halaman SDIT Insantama pada Senin (3/3/2026). Tabuhan tersebut menandai dimulainya agenda Kepompong Ramadhan (KR) fase kepompong hari pertama, yang diisi dengan kegiatan gim dan futuhat bertema Menapaki Jejak Para Mujahid. Suasana semarak langsung terasa, terutama di kalangan siswa kelas 6 SDIT.
Berbeda dengan kelas lainnya, siswa kelas 6 menghadapi tantangan ganda. Selain mengikuti rangkaian kegiatan KR, mereka juga tengah menjalani simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Untuk mengakomodasi kedua kegiatan tersebut, siswa dibagi menjadi tiga sesi. Meski jadwalnya padat, semangat belajar tetap terjaga. “Duuh pusing, Bu. Belajar buat TKA, tapi ana tetap semangat,” ungkap Kayyis, siswa kelas 6.
TKA merupakan asesmen standar nasional pengganti Ujian Nasional (UN). TKA dirancang untuk mengukur capaian dan pemahaman siswa pada mata pelajaran tertentu secara objektif. Namun tidak menjadi penentu kelulusan. Meski demikian, pelaksanaan simulasi tidak mengurangi antusiasme siswa dalam mengikuti rangkaian permainan futuhat.
Pada pos pertama, siswa mengikuti permainan panahan sederhana. Panah dibuat dari kertas dengan busur berbahan gelang karet, menunjukkan kreativitas siswa dalam memanfaatkan bahan yang ada. Selain itu, permainan manjanik—alat pelontar bola berbahan karet gelang—digunakan untuk “menaklukkan” benteng musuh. Sorak sorai terdengar saat target berhasil dihancurkan, diiringi kibaran bendera kemenangan yang menambah semangat kebersamaan.
Kegiatan berlanjut ke pos kedua dengan pemutaran film tentang tokoh Islam, Mehmed II (Muhammad al-Fatih). Film tersebut menggambarkan strategi luar biasa dalam penaklukan Konstantinopel, termasuk langkah berani memindahkan kapal melalui daratan untuk mengecoh musuh. Kisah ini menjadi inspirasi bagi siswa untuk berpikir kreatif dan berani mengambil langkah di luar kebiasaan.
Dalam sesi tersebut, siswa juga diajak memahami kunci keberhasilan Al-Fatih yang menaklukkan Konstantinopel pada usia muda. Selain kecerdasan dan strategi, kekuatan spiritual menjadi faktor utama. Ia dikenal tekun belajar, dekat dengan Allah, serta menjaga ibadah seperti shalat Tahajud dan shaum sunah. Motivasi ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan penaklukan Konstantinopel.
“Penaklukan benteng Konstantinopel yang terkenal kuat terjadi pada bulan Ramadhan,” jelas Bu Riva selaku penanggung jawab pos kedua. Ia berharap semangat perjuangan tersebut dapat menginspirasi siswa, khususnya kelas 6, dalam menghadapi simulasi TKA.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga nilai-nilai keteladanan. Semangat juang, kreativitas, dan kedekatan kepada Allah diharapkan menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi tantangan akademik. Dengan semangat itu, siswa kelas VI diharapkan mampu “menaklukkan” TKA dan meraih hasil terbaik, sebagaimana teladan keberanian dan keteguhan yang ditunjukkan oleh Al-Fatih.[] Siti Sobiah







