Apa yang ingin dicari?
Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Disambut Hangat, Dikuatkan Adab

“Ah… jangan ganggu! Aku masih ngantuk!”

Kalimat itu terdengar lantang dari panggung kecil di koridor sekolah SDIT Insantama, Senin (12/1/2026). Seorang anak dalam adegan drama membentak ibunya yang membangunkannya untuk shalat. Penonton terdiam. Sebagian siswa tersenyum kecut, merasa adegan itu begitu dekat dengan keseharian mereka.

Di situlah penguatan adab dimulai, dari cermin sederhana tentang sikap kepada orang tua. Adegan itu menjadi salah satu rangkaian kegiatan Pekan Ta’aruf hari pertama yang sejak pagi memang dirancang untuk meneguhkan karakter siswa.

Sejak pagi sekali, hujan yang mengguyur Kota Bogor belum sepenuhnya reda. Payung-payung kecil tampak berbaris memasuki gerbang sekolah. Namun suasana dingin tak bertahan lama. Di koridor, para guru telah berjajar rapi, menyambut setiap siswa dengan senyum, salam, dan sapaan hangat. Sambutan itulah yang menjadi pembuka hari. Menguatkan pesan, sebelum pelajaran dimulai, adab lebih dulu ditegakkan.

Pekan Ta’aruf Insantama bukan sekadar agenda pengenalan lingkungan. Namun sekaligus menjadi ruang peneguhan karakter setelah libur panjang dan awal pembentukan suasana belajar di semester baru. Siswa baru beradaptasi, siswa lama menata kembali niat dan sikap.

Suasana sekolah pun tampil berbeda. Dekorasi bertema hutan rimbun menghadirkan nuansa hijau yang hidup: pepohonan, burung, rusa, kera, hingga kelinci lucu menghiasi koridor. Tema ini menanamkan pesan cinta lingkungan sejak hari pertama: menjaga alam adalah bagian dari adab terhadap ciptaan Allah.

Keceriaan semakin terasa saat lagu penuh pesan karya Pak Dedi dan Pak Suhadi menggema:
“Hormatilah gurumuuuu…”
“Sayangilah temanmuuuu…”
Lirik sederhana itu menegaskan kembali nilai inti Pekan Ta’aruf, menghormati guru dan menyayangi sesama sebagai wujud adab dalam kehidupan sekolah.

Drama-drama berikutnya mempertegas pesan tersebut. Adegan murid yang tak sengaja bertabrakan dengan guru mengingatkan pentingnya memberi salam dan bersikap santun. Kisah tentang perundungan antarteman menjadi pengingat, menjaga lisan dan tindakan adalah bagian dari akhlak mulia. Setiap adegan bukan sekadar hiburan, melainkan sarana penguatan nilai.

Rangkaian hari pertama ditutup dengan pembacaan ikrar siswa yang dipimpin Kepala Sekolah SDIT Insantama Adi Fadjar Nugroho. Dengan suara khidmat, para siswa berjanji menjaga adab di sekolah dan di rumah. Menjadikan hormat, santun, dan kepedulian sebagai karakter yang terus dikuatkan.

Di tengah gerimis awal semester, Insantama menegaskan komitmennya: ilmu akan tumbuh kokoh bila ditopang oleh adab. Pekan Ta’aruf ini menjadi bukti bahwa siswa bukan hanya disambut dengan hangat, tetapi juga diteguhkan dan dikuatkan adabnya, sebagai bekal membangun generasi berakhlak mulia, berkarakter islami, serta peduli terhadap lingkungan dan sesama.[] Siti Sobiah

 

Baca lainnya

Disambut Hangat, Dikuatkan Adab

“Ah… jangan ganggu! Aku masih ngantuk!” Kalimat itu terdengar lantang dari panggung kecil di koridor sekolah SDIT Insantama, Senin (12/1/2026). Seorang anak dalam adegan drama…