Apa yang ingin dicari?
Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Dari Nol Menjadi Segalanya, Jejak Al-Khawarizmi Mengubah Dunia

Sebuah angka nol berukuran besar berdiri mencolok di sudut Galeri Ramadhan SDIT Insantama. Sederhana, tanpa hiasan. Namun justru mengundang tanya. Seorang siswa menatapnya lama sebelum akhirnya bertanya, “Bu, itu angka nol besar-besar buat apa?”

Pertanyaan sederhana itu membuka sebuah perjalanan ilmu. Dari rasa penasaran siswa, kegiatan ini mengantar mereka mengenal sosok besar dalam sejarah Islam: Muhammad ibn Musa Al-Khawarizmi, ilmuwan yang meletakkan dasar aljabar dan memperkenalkan sistem angka yang hingga kini digunakan di seluruh dunia.

Kegiatan Galeri Ramadhan ini menjadi ruang belajar yang tidak biasa. Di pos tersebut, Bu Fahmi Fatmawati sebagai pemandu menjelaskan bagaimana sesuatu yang tampak “tidak berarti” seperti angka nol justru menjadi kunci peradaban modern.

“Bayangkan jika tidak ada angka nol. Kita tidak akan mengenal komputer, bahkan media sosial seperti Facebook, Instagram, atau TikTok,” jelasnya di hadapan para siswa.

Penjelasan itu tidak berhenti pada teori. Siswa diajak melihat bagaimana bentuk angka pada masa sebelum sistem bilangan modern berkembang. Tanpa angka nol, perhitungan menjadi jauh lebih rumit dan tidak efisien. Kehadiran nol memungkinkan sistem nilai tempat bekerja sempurna, membuka jalan bagi penulisan bilangan besar, perhitungan cepat, hingga perkembangan matematika dan teknologi.

Lebih jauh lagi, siswa diperkenalkan pada dunia komputasi modern. Dalam sistem komputer, seluruh teknologi bekerja dengan bilangan biner (hanya dua angka: 0 dan 1). Tanpa konsep angka nol, sistem digital yang menopang kehidupan modern hampir mustahil tercipta.

Besarnya pengaruh Al-Khawarizmi bahkan diakui oleh tokoh teknologi dunia. Pendiri Meta Platforms Mark Zuckerberg, menyebutnya sebagai salah satu ilmuwan paling berpengaruh dalam sejarah, terutama karena konsep algoritma yang berasal dari namanya menjadi dasar bagi perkembangan komputer dan teknologi modern.

Agar pemahaman tidak berhenti pada penjelasan, siswa diajak terlibat langsung melalui permainan edukatif. Mereka mencoba melukis angka-angka kuno di atas pasir, merasakan bagaimana manusia berhitung sebelum sistem modern dikenal luas.

Suasana pun berubah menjadi penuh antusias. Tawa, semangat, dan rasa ingin tahu bercampur saat siswa berlomba menyelesaikan tantangan. Pertanyaan-pertanyaan dilontarkan, jawaban-jawaban disambut, dan hadiah sederhana menjadi penyemangat.

“Seru banget, Bu, gimnya. Apalagi dapat hadiah,” ujar Michel, siswa kelas 3E, dengan wajah sumringah.

Melalui kegiatan ini, sejarah tidak lagi terasa jauh dan membosankan. Namun hadir. Dekat, hidup, dan relevan. Dari angka nol yang sederhana, siswa belajar bahwa ilmu bisa mengubah dunia.

Dan dari sosok Al-Khawarizmi, mereka belajar satu hal penting: warisan ilmu yang tulus dan bermanfaat akan terus hidup, melampaui zaman, dan memberi manfaat bagi seluruh umat manusia.[] Siti Sobiah

Baca lainnya

Dari Nol Menjadi Segalanya, Jejak Al-Khawarizmi Mengubah Dunia

Sebuah angka nol berukuran besar berdiri mencolok di sudut Galeri Ramadhan SDIT Insantama. Sederhana, tanpa hiasan. Namun justru mengundang tanya. Seorang siswa menatapnya lama sebelum…