Apa yang ingin dicari?
Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Bukan Sekadar Mimpi, Tapi Aksi dan Prestasi

“Sang juara sejati tidak akan menangisi kekalahan. Ia akan semakin sering berlatih, karena yakin kekalahan hanyalah kemenangan yang tertunda.”

Kalimat itu meluncur tegas dari podium pembukaan HKS, membuat ratusan pasang mata terdiam dan menyimak. Di hadapan 887 siswa yang memenuhi lapangan SDIT Insantama pada Selasa, 3 Februari 2026, amanat Bapak Chandra Gumelar bukan sekadar nasihat, melainkan pemantik semangat. Di bawah langit Bogor yang pagi itu akhirnya cerah setelah hari-hari hujan, pesan tersebut terasa semakin menguatkan: mimpi harus diperjuangkan dengan aksi.

Sejak awal, suasana pembukaan Hari Kreativitas Siswa (HKS) sudah berbeda. Siswa-siswi yang terbagi dalam Tim Merah dan Tim Putih berdiri penuh antusias di Lapangan Depan Gedung 2. Plan A yang disiapkan panitia berjalan lancar, dan rangkaian penampilan langsung menjadi bukti bahwa latihan panjang tidak pernah mengkhianati hasil.

Lantunan syair berbahasa Gayo membuka penampilan tari saman dari siswa kelas 6. Gerakan yang kompak, hentakan tangan yang serempak, serta ekspresi penuh penghayatan menunjukkan disiplin latihan yang tidak singkat. Setiap detail gerak mencerminkan kesabaran dan kesungguhan.

Tak kalah memukau, demonstrasi baris-berbaris tampil gagah dengan topi paskibra merah dan putih. Variasi formasi yang rapi dan tegas menggambarkan ketangguhan karakter sekaligus kepatuhan pada aturan, buah dari proses latihan yang konsisten.

Penampilan pembukaan ditutup duet instrumen lagu Laskar Pelangi oleh Ayyesa dan Annasya. Lirik tentang impian dan keberanian melampaui keterbatasan terasa hidup di tengah lapangan. Tema HKS tahun ini, Kreatif Berkarya, Terampil Berbahasa, dan Unggul dalam Prestasi, tidak hanya tertulis di spanduk, tetapi benar-benar tampak dalam aksi.

Menjelang Ramadhan, nuansa religius terasa kuat. Dekorasi bernuansa cahaya, galeri refleksi perjalanan HKS dari tahun ke tahun, hingga ragam lomba islami menjadi pengingat bahwa prestasi sejati harus berakar pada iman.

“Ana juara 1 lomba doa harian. Ana latihannya cuma dua kali, tapi ana tiap hari baca doa,” ujar Aira Safina Selma kelas 1B dengan wajah berseri. Kebiasaan kecil yang konsisten itu berbuah kemenangan.

Di sudut lain, Raihan siswa kelas 4 sibuk menggambar Ka’bah. “Ana mau gambar Ka’bah,” katanya penuh semangat. Meski tak menjadi juara, karyanya tetap menjadi pesan dakwah yang indah bahwa kreativitas pun bisa menjadi jalan mendekat kepada Allah.

HKS menjadi cermin keberhasilan menanamkan karakter Islam: keberanian mencoba, kejujuran dalam berlomba, kerendahan hati saat menang, dan kesabaran saat kalah.

Hari itu membuktikan satu hal: mimpi tanpa aksi hanyalah angan. Namun ketika latihan dijalani dengan sungguh-sungguh dan nilai-nilai Islam menjadi fondasi, impian tak lagi sekadar wacana. Namun berubah menjadi aksi. Dan dari aksi, lahirlah prestasi.[] Beti Nurbaeti

Baca lainnya

Bukan Sekadar Mimpi, Tapi Aksi dan Prestasi

“Sang juara sejati tidak akan menangisi kekalahan. Ia akan semakin sering berlatih, karena yakin kekalahan hanyalah kemenangan yang tertunda.” Kalimat itu meluncur tegas dari podium…