Apa yang ingin dicari?
Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Jiharkah Indah, Tajwid Tak Boleh Goyah

Santri akhwat IBS Insantama Bogor praktik membaca Al-Qur’an dengan langgam jiharkah.
Santri akhwat IBS Insantama Bogor praktik membaca Al-Qur’an dengan langgam jiharkah.

“Lebih baik tajwidnya yang benar
daripada langgamnya indah,”

Lantunan Al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 60 menggema serempak memenuhi aula pada Jumat pagi itu. Di bawah arahan Ustadz Rizal Zaelani al-Hakiim Jadid, para santri memulai sesi praktik langgam jiharkah dengan penuh kesiapan. Suara mereka menyatu. Tertib, tenang, dan sarat kesungguhan. Udara dingin sisa subuh masih terasa, tetapi semangat belajar membuat suasana jauh lebih hidup.

Sejak awal, Ustadz Rizal mengingatkan, keindahan suara memang penting, tetapi tidak boleh menggeser ketepatan tajwid. “Lebih baik tajwidnya yang benar daripada langgamnya indah,” tuturnya, menegaskan ketetapan bacaan adalah kewajiban yang tak bisa ditawar.

Pembacaan dilanjutkan secara bergantian. Kelompok ikhwan melantunkan ayat dengan mantap, disusul kelompok akhwat yang menghadirkan warna suara berbeda. Irama jiharkah yang terdengar indah memenuhi ruangan. Namun setiap panjang-pendek bacaan tetap diperhatikan agar tidak goyah dari kaidah yang benar.

Riezky Adhitia Gunawan dari kamar Mu’adz bin Jabal menjadi santri pertama yang mendapat kesempatan membaca ayat 77-78. Meski masih terdapat beberapa kekurangan, bacaannya dinilai cukup baik oleh Ustadz Rizal. Dengan nada lembut, ia memberikan sejumlah koreksi dan arahan agar bacaan Riezky semakin mantap dan sesuai kaidah.

Selanjutnya, giliran Revandrasan Rahman Irdiansyah, teman satu kamar Riezky, melanjutkan pembacaan pada ayat 87. “Hati-hati pada panjang pendeknya,” pesan Ustadz Rizal sambil memperagakan contoh bacaan yang benar. Penekanan itu kembali mengingatkan, dalam melantunkan ayat suci, ketelitian menjaga tajwid tidak boleh goyah sedikit pun.

Dari barisan akhwat, satu per satu nama dipanggil. Mujahidah Azzahra dan RR Adeline Ghaniyyah Susanti dari kamar Habibah; Eneng Siti Haifa Humaira dari kamar Maryam, serta Syakira Mamluatul Kharimah dan Latifah ‘Ainun Anwar dari kamar Nusaibah turut mendapat kesempatan istimewa untuk dibimbing secara langsung.

Seketika, perhatian tertuju ke arah mereka. Beberapa tampak menarik napas sejenak, sebagian lainnya tersenyum kecil antara gugup dan gembira. Antusiasme itu terlihat jelas dengan sigap mengambil mik, menunjukkan kesiapan untuk belajar dan memperbaiki bacaan.

Suasana aula yang semula tenang perlahan terasa semakin hangat. Udara pagi yang masih dingin seakan tersisih oleh semangat para santri. Dengan penuh kesabaran, Ustadz Rizal menyimak setiap lantunan. Sesekali memberikan arahan contoh bacaan yang benar.

Keindahan langgam memang terdengar indah di telinga. Namun yang lebih utama adalah kebenaran pelafalan setiap huruf. Itulah yang kerap Ustadz Rizal tekankan. Bimbingan itu tidak hanya memperbaiki kesalahan. Namun juga menumbuhkan kepercayaan diri para santri dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Melihat semangat yang terpancar dari wajah para santri, Ustadz Rizal pun tersenyum. “Kelihatannya pada senang, ya, kalau ditunjuk,” ucapnya dengan nada ringan. Kalimat sederhana itu disambut senyum dan tawa kecil, menambah keakraban serta mencairkan suasana.

Menjelang akhir kajian, suasana kembali hening. Ustadz Rizal berdiri di hadapan para santri dan menyampaikan pesan yang menjadi penegas seluruh rangkaian pagi itu. Keindahan bacaan akan bernilai ketika dibangun di atas tajwid yang kokoh. Jangan sampai terpukau oleh suara yang indah, tetapi lalai menjaga hukum bacaan hingga menjadi goyah.

Pesan itu mengendap dalam hati para santri. Mereka menyadari, belajar jiharkah bukan sekadar melatih irama, melainkan melatih tanggung jawab terhadap kalam Allah. Tajwid harus tetap dijaga, ditegakkan dengan kesungguhan, agar setiap lantunan tidak hanya terdengar indah, tetapi juga benar dan penuh keberkahan.

Kajian Jumat pagi pun ditutup dengan semangat baru. Para santri meninggalkan aula dengan tekad untuk terus berlatih. Menjadikan keindahan sebagai pelengkap, dan ketepatan sebagai pegangan yang tidak pernah goyah.[] Siti Hawa

Baca lainnya

Santri akhwat IBS Insantama Bogor praktik membaca Al-Qur’an dengan langgam jiharkah.

Jiharkah Indah, Tajwid Tak Boleh Goyah

“Lebih baik tajwidnya yang benar daripada langgamnya indah,” Lantunan Al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 60 menggema serempak memenuhi aula pada Jumat pagi itu. Di bawah arahan…