Day 4 – LKMA 2022 “Voyage to Aussie

0
988

عِمَادُ الدِّيْنُ وَمَنْ اَقَامَهَا فَقَدْ اَقَامَ الدِّيْنَ وَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ تَرَكَ الدِّيْنَ
“Salat adalah tiang agama. Barang siapa menegakkan shalat, maka berarti telah menegakkan agama. Dan barang siapa meninggalkan salat, maka ia telah merobohkan agamanya”.

Pagi hari kami dimulai dengan salat tahajud dan shubuh.

Matahari mulai menampakkan dirinya sedikit demi sedikit. Udara pagi hari ini benar-benar dingin, bahkan rasanya udara ini menusuk kedalam tubuh kami yang berlapis jaket coklat tebal.

Sejak pukul 5.30 AM, Beberapa dari kami sudah berkumpul di halaman belakang penginapan untuk melakukan breafing. Hari ini kegiatan kami akan sepenuhnya dilaksanakan di UNSW (University of New South Wales).

Keberangkatan dimulai pada pukul 08.15 AM, kami memasuki bus masing-masing dan segera bertolak menuju UNSW.

Bus berhenti tepat di depan sebuah jalanan bertuliskan ‘gate 14’, ini adalah gerbang pemberhentian kami. Segera kami turun dan langsung memasuki halaman UNSW. Kampus ini benar-benar besar, sangat indah bangunannya, bangunan coklat dengan pepohonan-pepohonan hijau di sekelilingnya.

Kak Alia menyambut kedatangan kami dan segera mengarahkan kami menuju lecture hall, kegiatan kami akan dilaksanakan di sana.

Ketika saman dan angklung dimainkan, semua orang bertepuk tangan dengan gemuruh, mereka merasa sangat terpukau dengan pertunjukan budaya Indonesia.

Kami sempat mengambil foto bersama di halaman depan gedung yang berlatarkan bangunan coklat besar dengan tulisan UNSW Tyree Technologies Buildings di salah satu sisi.

Kami diajak mengelilingi laboratorium yang ada di fakultas teknik tersebut, mulai dari civil engineering, electrical engineering, chemical engineering, dan fakultas-fakultas lainnya.

Selesai melakukan lab tour, kami kembali berkumpul di halaman depan gedung science and engineering building untuk bersiap melakukan tampilan.

Di siang hari yang cukup menyilaukan, kami duduk di tengah-tengah lapangan dengan beberapa delegasi memegangi spanduk LKMA kami. Anak-anak yang akan tampil saman sudah bersiap dengan songket mereka. Yuwan selaku ketua LKMA memperkenalkan delegasi kami di hadapan semua orang, berteriak dari tengah lapangan.

Terdengar instrumen lagu Advance Australia Fair yang bergema kencang dari permainan angklung ikhwan. Mahasiswa-mahasiswi yang melihat permainan angklung ini terlihat terpukau, kami berhasil memainkan lagu kebangsaan mereka menggunakan alat musik yang mungkin belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Tari saman juga turut kami tampilkan di tengah lapangan ini. Para penari saman tetap terlihat bersemangat di bawah terangnya cahaya matahari dan panasnya keramik yang mereka duduki. Penampilan saman ditutup dengan sautan gemuruh tepuk tangan dari para mahasiswa yang melihat dari tangga atas lapangan, dan dari mahasiswa yang menyempatkan waktunya untuk berhenti sejenak.

Selanjutnya adalah penampilan silat dengan iringan angklung oleh tim angklung akhwat. Pertunjukan silat yang diiringi dengan lagu ‘Tanah Airku’ ini benar-benar mengingatkan kami dengan tanah air kami, Indonesia. Alhamdulillah, lagi-lagi pertunjukan kami ditutup dengan gemuruh tepuk tangan dari segala sisinya.

Kami diberdirikan kembali untuk membentuk 2 barisan memanjang. Kami diajak mengelilingi kampus UNSW. Ternyata kampus ini lebih besar dari kelihatannya, bahkan terkadang sedikit terdengar keluhan dari teman-teman yang ingin segera duduk dan makan, namun teman-teman yang lain pasti akan terus menyemangati sambil menepuk kecil bahu yang lain.

Setelah cukup lama berjalan, akhirnya kami berhenti di sebuah lapangan hijau yang dinauingi pepohonan hijau besar di sekelilingnya, lapangan ini menyejukkan. Di sini, kami akan melanjutkan kegiatan kami yang berikutnya, yakni sharing session dengan kakak-kakak KPII Sydney yang berada di kampus UNSW.

Kami berkenalan dengan satu-persatu kakak-kakak KPII dan membentuk kelompok kecil untuk melakukan analisis SWOT mengenai kehidupan di Australia.

Kami mendapatkan banyak sekali hal baru dari sharing session ini.

“Semoga pengalaman temen-temen bisa LKMA di Aussie bisa menambah wawasan, melihat kehidupan asli di luar negeri, melihat perbedaan dalam hal toleransi, penerapan sistemnya, dll untuk melakukan perbandingan masyarakat”, pesan ini disampaikan oleh Kak Arum ketika kami melakukan sesi diskusi.

Pertemuan bersama kakak KPII adalah kegiatan terakhir kami dihari ini. Tepat pukul 04.00 PM, bus sudah terparkir di depan gate 14.

Kami kembali ke penginapan dengan membawa banyak sekali ilmu-ilmu baru. Setengah hari berada di UNSW mengajarkan kami tentang banyak hal, bahkan hal sekecil apapun.