SMAIT Insantama Resmi Melepas Delegasi LKMA ke Turki

-

Insantama, 29 Oktober 2017

Cerah. Mentari pagi menyambut acara pelepasan LKMA Kelas 12 ke Turki yang diselenggarakan pada Sabtu, 28 Oktober 2017 di Auditorium Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Kota Bogor. Acara yang dimulai pukul 07.00 s.d. 11.50 ini dihadiri oleh para tamu undangan. Terlihat hadir dari Wakil dari Polresta Kota Bogor, Dinas Pendidikan Kota Bogor hingga Bapak Lurah Gunung Batu. Tentu tak ketinggalan Forum Orang Tua Siswa (FOSIS) Insantama, keluarga Yayasan Insantama Cendekia (YIC) Insantama, dan… para orang tua siswa kelas 12 yang akan menjalankan program LKMA “Exploring Turkiye”.

Peserta yang hadir sudah disambut oleh panitia yang telah menunggu di meja registrasi. Pintu yang telah diberi gordyn hitam “menyambut” kedatangan para tamu. Ketika masuk melewati gordyn itu, kita akan melihat “Turki Panorama” yang telah dibuat oleh para panitia. Para tamu yang duduk di kursi yang telah berjejer akan melihat ke depan, samping kanan, samping kiri, dan belakang mereka. Di depan, susunan logo-logo LKMA dari tahun ke tahun terpajang dan ingin menjelaskan kepada para tamu undangan tentang kisah perjalanan LKMA yang telah berlabuh di berbagai negara.

Di samping kanan, tepat memisahkan antara barisan laki-laki dan perempuan terdapat tembok besar dan panjang sebagai ilustrasi tentang tembok Kota Konstantinopel. Di belakang para tamu, terlihat foto sosok Tokoh Islam Sulaiman Al-Qanuni dan Muhammad Al-Fatih sebagai ikon sejarah Turki dan Islam. Tak hanya itu, bendera Indonesia dan Turki juga terpajang di depan untuk menjelaskan program LKMA SMAIT Insantama sebagai salah satu sekolah di Indonesia sedang menjalani program pelatihan di negara Turki.

Welcome greeting dipersembahkan oleh para tamu undangan dengan musik dan tampilan. Acara dibuka oleh Master of Ceremony (MC) yang unik. Panitia menyebut MC-nya sebagai dresscode MC bernuansa Jerman dan Belanda tua. Kehadiran MC tidak sendirian. MC yang terdiri atas dua orang ini diiringi oleh pasukan bodyguard yang membawa kedua MC tersebut untuk pergi. Ternyata, MC yang asli pun masuk lalu memimpin acara. Skenario berupa adegan-adegan yang telah membuat peserta merasa interest untuk hadir di acara ini.

Selepas penampilan “Drama MC”, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Ahmad Siauw dan Saritilawah oleh Arija T. Acara semakin dibuat “naik tensi” dengan diputarkan video kemegahan Turki sebagai sesi tampilan 1 di acara pelepasan tersebut. Tampilan video ini juga sebagai bridging untuk masuk ke sesi sambutan oleh Ketua OSIS SMAIT Insantama, Labib. Ia menyampaikan terkait tujuan acara pelepasan dan kata-kata pelepasan agar menjadi pesan kepada delegasi untuk sukses dalam menjalankan program. Sebelum acara berikutnya, ada bridging pantun dari akhwat. Setelah itu, sesi sambutan dari ketua delegasi LKMA 2017 oleh Fikruddin Aslam (Aslam). Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan meminta do’a agar delegasi sukses dalam menjalankan program yang akan dijalankan tersebut. Bridging, lalu MC masuk dan sambutan dari perwakilan Ikatan Alumni Insantama (IKATAMA) oleh Muhammad Imaduddin Shiddiq (Imad). Perwakilan IKATAMA menyampaikan terkait pentingnya program LKMA yang akan dihasilkan benefit-nya di jenjang perkuliahan. Sungguh, hasil proses panjang pembinaan di Insantama akan sangat bermanfaat di dunia kuliah!

Jreng, jreng… pasukan teatrikal pun datang. Mereka adalah pasukan pejuang Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang memperagakan drama LDK yang telah dijalankan mereka. Didampingi monolog, mereka memperagakan mengenai kisah jalan kaki menuju Cianjur dengan kondisi asli ketika ada sahabat mereka yang hampir menyerah lalu bangkit kembali melanjutkan perjalanan. Setelah itu, sambutan dari Kepala Sekolah SMAIT Insantama oleh S.M. Pertiwiguno (Pak Uno). Beliau menyampaikan bahwa anak-anak ini adalah para calon pejuang yang didik untuk menjadi pemuda-pemuda pejuang. Program LKMA ini adalah jenjang akhir mereka untuk berikutnya mereka mampu lahir menjadi pejuang. Setelah beliau, sambutan berikutnya oleh FOSIS. Setelah itu, teatrikal LKMM dimainkan. Teatrikal ini menceritakan tentang kisah Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Tingkat Menengah (LKMM) di Kebon Peteuy.

Masuk sesi sambutan selanjutnya oleh YIC Insantama oleh Muhammad Ismail Yusanto sebagai Ketua Yayasan Insantama Cendekia. Beliau menyampaikan bahwa LKMA ke Turki merupakan LKMA yang spesial karena destinasi yang dikunjungi adalah tempat yang spesial. Mulai dari sisi keindahan, historis, dan keilmuan, Turki merupakan negara yang spesial untuk menjadi tempat berlatih kepemimpinan dan manajemen. Khususnya dari sisi historis, di tempat inilah Muhammad Al-Fatih muda telah mencatatkan namanya dalam sejarah penaklukkan kota Konstantinopel. Beliau juga menyampaikan tentang pemuda-pemuda yang umurnya masih beliau namun sudah berkiprah dalam pergerakan di Indonesia. Kata Beliau, tak perlu membawa pulang oleh-oleh gantungan kunci, tapi bawalah pulang spirit perjuangan Muhammad al Fatih!

Sambutan YIC Insantama dilanjutkan dengan penampilan puisi dari akhwat. Setelah itu, masuk sesi sambutan dari Dinas Pendidikan kota Bogor oleh Ibu Ella. Beliau menyampaikan bahwa SIT Insantama adalah ARENA JUANG. Beliau menjabarkan maksud ARENA JUANG adalah singkatan dari masing-masing huruf yang menggambarkan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama. Beliau mendoakan agar semua siswa Insantama benar-benar menjadi Mujahid dan Mujahidah sejati.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari wakil Turkish Airlines, Pak Salim Ali Bahanan. Beliau menyampaikan tentang persiapan program LKMA “Exploring Turkiye” dan penjelasan mengenai kondisi-kondisi terkait dengan negara Turki sebagai lokasi yang telah ditentukan sebagai untuk program LKMA. Ini adalah rombongan besar pertama yang berupa siswa SMA dari Indonesia. Juga rombongan siswa SMA pertama yg melakukan kegiatan unik seperti LKMA ini, datang, studi, presentasi dan observasi lalu kembali dan mengolah hasilnya menjadi studi komparasi kepemimpinan dan manajemen pembangunan Turki – Indonesia.

Berikutnya, acara teatrikal penaklukkan konstantinopel dan masuk ke sesi pelepasan resmi delegasi LKMA SMAIT Insantama. Acara pelepasan dilakukan dengan sesi pemecahan balon-balon oleh Fikruddin Aslam (Aslam).

Tiada keberhasilan tanpa bantuan do’a dan restu dari orang tua. Alhamdulillah, acara selanjutnya adalah sesi tampilan untuk orang tua dengan memberikan tempat duduk bagi mereka lalu delegasi LKMA memberikan bunga ke orang tua mereka masing-masing. Setelah itu, ada sesi tamu request dari Turki yakni Almas El-Rizqi yang sudah lebih dulu terbang ke Turki dan melanjutkan perkuliahan di sana. Terakhir, sesi do’a dan penutup juga ramah tamah yang diiringi oleh nasyid kelas 10 dan 11 SMAIT Insantama. SMAIT Insantama pun resmi melepas delegasi LKMA ke Turki. Allahu Akbar.

Bi idznillah wa bi nashrillah, Turki kami datang.

Reported by Azzam