Menghadirkan Simulasi Manasik Haji Senyata Aslinya

-

“Wow, ka’bahnya real life, banget. Keren.” Dengan takjub beberapa siswa peserta manasik haji SDIT Insantama Bogor berujar saat mendekat dan menyentuh replika ka’bah.

Dengan berpakaian serba putih sekitar 280 orang siswa Kelas 5 dan 6 mengikuti pelaksanaan manasik haji pada Hari Sabtu, 12 November 2022. Pada kegiatan ini, para siswi dengan kompak mengenakan kerudung dan jilbab putih. Sedangkan para siswa mengenakan kaos putih dan celana putih lengkap dengan kain ihrom. “Walaupun kegiatan ini hanya berupa simulasi, supaya para siswa menjiwai menjadi jamaah haji, maka pakaiannya pun disesuaikan seperti sedang berhaji sungguhan.” Tutur Pak Arif selaku penanggung jawab pelaksanaan manasik haji.
Saking menjiwai sebagai jamaah haji, salah satu siswa ada yang berani bertelanjang dada hanya menggunakan kain ihram saja.

Pada pelaksanaan manasik haji kali ini, para siswa disuguhkan suasana lokasi haji yang reprensentatif seperti aslinya. Misalnya simulasi Padang Arafah yang menggunakan lokasi lapangan parkir mobil Insantama yang berkontur tanah dan bebatuan mampu memberi gambaran seperti apa keadaan Padang Arafah kepada para siswa. Ditambah terik matahari yang langsung terasa tanpa lindungan pepohonan membuat suasana semakin meyakinkan. Dilengkapi dengan mendengarkan khutbah wukuf semakin menambah nyata suasananya.

Dari kegiatan manasik haji ini, para siswa terlihat sangat antusias dalam kegiatan lempar jumrah, talbiyah, takbir, dan prosesi penyembelihan hewan kurban. Mereka menghayati kegiatan tersebut.

Pada kegiatan lempar jumrah dengan lantang anak-anak meneriakkan “Bismillahi Allahu Akbar” dengan bersemangat melemparkan batu kerikil yang terbuat dari kertas.

Pada simulasi kegiatan Idul Adha, seorang siswa bahkan berani menjadi pemandu takbiran menggunakan microphone diikuti oleh seluruh peserta manasik haji. Lantunan dan pekikan takbir yang mengudara dan menggema ke seluruh penjuru mata angin membuat suasana menjadi syahdu, lalu merasuk ke dalam sanubari. “Sungguh terasa nyata ya suasananya. Maasyaa Allah” gumam salah seorang orang tua siswa yang menjadi panitia perwakilan Fosis (Forum silaturahmi orang tua siswa: Representasi perwakilan orang tua siswa SDIT Insantama Bogor.

Terutama pada prosesi simulasi penyembelihan hewan kambing pandangan anak-anak berebut ingin melihat proses penyembelihannya yang divisualisasi menggunakan boneka berbentuk kambing. Melihat boneka kambing kecil disembelih anak-anak ikut merasakan kegetirannya. Apalagi ketika penjelasan dan simulasi penyembelihan unta, semua mata peserta baik anak-anak, guru, bahkan para orang tua yang ikut menyaksikan seluruhnya tertuju pada simulasi tersebut. Replika unta yang terbuat dari papan itu sangat mirip dengan unta sungguhan dan menjadi daya tarik tersendiri. Bisa jadi, simulasi penyembelihan unta menjadi pengetahuan dan pengalaman baru bagi anak-anak. Bahwa ternyata menyembelih unta adalah dengan teknik tebas leher cepat sambil berdiri.

Saat memasuki area yang disimulasikan sebagai Masjidil Haram yang di dalamnya terdapat ka’bah, siswa begitu tertarik dengan replika ka’bah yang terpasang. “Wow, ka’bahnya real live, banget. Keren.” Dengan takjub beberapa orang siswa peserta manasik haji berujar saat mendekat dan menyentuh replika ka’bah.

Saat pelaksanaan tawaf sekalipun ini hanyalah simulasi, dengan mengelilingi ka’bah suasananya terasa sangat nyata. Bertakbir, bertasbih, dan mencium hajar aswad membuat para peserta termotivasi dan berharap dapat berhaji sungguhan suatu hari nanti.

Pelaksanaan manasik haji kali ini sangat berkesan di hati para peserta karena dapat menghadirkan simulasi dan visualisasi haji senyata aslinya.[]