LMT-3 SMPIT Insantama Bogor, Bedah Desa untuk MEMBUMI

0
578

Empat kursi ditata di halaman Titik Nol Adventure Camp. Seluruh ananda telah duduk rapi dengan membawa catatan masing-masing. Sambil menikmati hangatnya Mentari pagi, mereka harap-harap cemas menunggu tamu istimewa yang datang pagi ini.

Setelah hari sebelumnya ananda mendeskripsikan profil dan kondisi desa Tajur Halang secara kasar. Hari ini ananda berkesempatan untuk memperdalam data tersebut melalui diskusi dengan tokoh Masyarakat desa Tajur Halang. Alhamdulillah, pada kesempatan pagi ini, hadir tiga tokoh penting yang telah siap berdiskusi dengan ananda.

Beliau antara lain adalah pak Makmur dan bu Mae, pasangan suami istri yang merupakan peternak sapi perah dan pengusaha olahan susu sapi. Berikutnya adalah pak Jaya, sekretaris desa Tajur Halang. Secara bergantian, mereka bertiga terlibat diskusi hangat dengan ananda semua.

Pak Jaya dan bu Mae, banyak ditanya terkait suka-duka dan asal-muasal peternekan sapi perah. Juga terkait jaringan usah produk olahan susu. Bahkan beberapa ananda berani menanyakan terkait pengolahan limbah peternakan tersebut. Adapun pak Jaya, banyak ditanya terkait kondisi desa Tajur Halang. Kondisi sosial, pendidikan, serta mata pencaharian penduduk menjadi bahasan diskusi yang cukup hangat.

Tidak terasa, diskusi berlangsung satu jam. Para tamu meberikan apresiasi yang cukup luar biasa kepada ananda. Bahkan, pak Jaya secara khusus memuji ananda yang berani berdiskusi bak mahasiswa S-1, padahal masih kelas 8 SMP. Usai acara diskusi dan para tamu berpamitan, ananda segera Bersiap untuk melakukan “Observasi Desa”. Ananda akan langsung terjun ke desa dan melakukan in depth interview atau wawancara mendalam.

Ananda tanpa segan menyapa warga desa dan berdialog dari hati ke hati. Ananda menyapa petani dan pengusaha perikanan dan langsung berdialog dengan mereka di sawah. Ananda juga berdialog secara langsung dengan para pengelola Bank Sampah Desa. Mereka juga dengan beramah-tamah dengan ibu-ibu yang sedang berbelanja.

Inilah yang bisa disebut membumi. Calon pemimpin harus luwes dan terlatih mendengar keluh kesah Masyarakat. Mereka hadir dan dekat memberikan solusi dan merangkul setiap masalah yang dihadapi oleh Masyarakat.

Usai melakukan observasi, ananda kembali ke kamp. Dengan data yang telah mereka kumpulkan, ananda siap mengolahnya menggunakan analisis SWOT. Seperti apa hasilnya?.[]