Bayangkan 893 peserta dari 237 institusi terhubung dalam satu ruang virtual. Lintas jenjang, lintas wilayah, bahkan lintas negara. Ratusan layar Zoom menyala bersamaan, mikrofon dibuka-tutup, pesan masuk tanpa henti, sementara livestreaming YouTube terus berjalan. Di tengah potensi gangguan jaringan dan kekacauan teknis, Smention XV/2026 tetap berlangsung tertib dan terkendali.
Yang paling menarik, seluruh kendali acara berada di tangan siswa kelas X dan XI SMAIT Insantama. Dari balik layar, mereka mengatur broadcasting Zoom, mengoordinasikan peserta dan juri, menjaga alur acara, hingga sigap menyelesaikan kendala teknis. Semuanya dalam waktu persiapan yang singkat dan di bawah tekanan nyata.
Tak hanya di ruang virtual, kepanitiaan juga bekerja di lokasi webinar hibrida. Konsumsi dipastikan tersedia, bazar tertata rapi, arus pengunjung terjaga, dan transaksi berjalan tertib tanpa mengganggu jalannya acara. Tia Miftahul Khoiriyyah, Pembina Infokom Smention, menyebut kepanitiaan ini sebagai yang paling menantang karena harus menyatukan dua angkatan dengan kemampuan berbeda dalam waktu terbatas. Namun mereka mampu menuntaskannya dengan baik.
Smention XV/2026 pun berakhir tanpa drama berarti. Yang terlihat hanya kelancaran acara, meski di baliknya panitia bekerja hampir tanpa jeda.[] Atifa Rahmi







