Kegiatan Ekspresi Klub Bahasa bertema puisi menjadi momen yang penuh semangat bagi para siswa. Sebanyak 51 peserta mengikuti rangkaian kegiatan ini dengan antusias, siap merangkai kata dan menuangkan rasa dalam bait-bait indah. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 30 Januari 2026 di Aula SDIT Insantama ini merupakan bagian penting dari proyek besar semester 2, yaitu penyusunan Buku Antologi Cerpen dan Puisi karya siswa Klub Bahasa.
Sebelum kegiatan utama dimulai, para siswa terlebih dahulu melaksanakan shalat Dhuha di kelas masing-masing. Usai menunaikan ibadah, mereka diarahkan menuju aula untuk mengikuti kegiatan ekspresi dengan tertib dan penuh antusias.
Kegiatan diawali dengan pengondisian yang dipandu oleh Pak Nono Hartono. Melalui kuis permainan tebak kata, aula terasa hidup dan interaktif. Tawa serta semangat ananda mengalir, menjadi pemantik fokus sebelum memasuki sesi materi utama.
Selanjutnya, siswa mendapatkan penguatan Bina Syakhsiyyah Islamiyah yang disampaikan oleh Pak Widodo dengan tema syukur. Materi ini mengajak siswa menyadari bahwa rasa syukur tidak hanya diucapkan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui karya yang bermanfaat dan bermakna bagi orang lain.
Memasuki sesi inti, materi “Membuat Puisi” disampaikan oleh guru pembimbing Klub Bahasa, Bu Sri Mellia Marinda, yang akrab disapa Bu Srimel. Ia menguraikan definisi puisi serta unsur-unsur penting dalam penulisannya, mulai dari penentuan tema, pemilihan diksi, pengembangan imajinasi, penggunaan majas, rima dan irama, struktur bait, hingga pesan yang ingin disampaikan.
Bu Srimel juga membimbing siswa melalui langkah-langkah praktis menulis puisi: menentukan tema dan tujuan, mengumpulkan kata kunci, membangun suasana, menyusun bait demi bait, membaca ulang serta mengedit, hingga memberi judul yang tepat. Penyampaian materi berlangsung runtut dan aplikatif sehingga mudah dipahami oleh siswa.
Setelah pemaparan materi, siswa diberi kesempatan untuk praktik langsung menulis puisi. Mereka berkumpul sesuai kelompok PAK masing-masing dan dibimbing secara intensif oleh para guru. Target utama pada sesi ini adalah menuntaskan satu karya puisi yang layak masuk ke dalam buku antologi.
Dalam proses inilah ananda benar-benar belajar mengasah kata lewat rasa: menuangkan syukur, harapan, dan kepekaan hati ke dalam rangkaian bait yang indah. Setiap puisi yang selesai ditulis melalui proses penyuntingan oleh guru PAK, agar karya yang dihasilkan tidak hanya menarik secara bahasa, tetapi juga membawa amanah dan pesan yang menginspirasi.
Siswa yang telah menyelesaikan puisinya kemudian diarahkan untuk melanjutkan penyempurnaan proyek cerpen yang telah mereka kerjakan pada pertemuan sebelumnya. Hingga menjelang pukul 09.45 WIB, aula masih dipenuhi suasana khidmat dan fokus, menandakan kesungguhan para siswa dalam menuntaskan karya terbaiknya.
Tepat pukul 09.45 WIB, kegiatan Ekspresi Klub Bahasa ditutup dengan pembacaan doa. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya terampil menulis cerpen dan puisi, tetapi juga mampu menghadirkan karya yang sarat makna, mengasah kepekaan rasa, serta menginspirasi banyak pembaca di masa mendatang.[] Nono Hartono







