Apa yang ingin dicari?
Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Jejak Ilmu di Jimmy Hantu

“Di sini senang, di sana senang, di mana-mana hatiku senang… Di Insantama, di Jimmy Hantu, di mana-mana hatiku senang…”

Yel-yel ceria itu menggema di udara pagi Jumat, 9 September 2025. Senyum dan tawa siswa kelas 2 SDIT Insantama menandai awal petualangan mereka di Jimmy Hantu Foundation, sebuah lembaga edukasi terpadu di mana anak-anak belajar langsung dari alam — tentang pertanian, peternakan, dan pengolahan hasil pangan.

Kegiatan visiting edukatif ini merupakan bagian dari program pembelajaran semester 1. Melalui kunjungan lapangan, guru-guru ingin menghadirkan pengalaman belajar kontekstual yang menghubungkan teori di kelas dengan kehidupan nyata.

Sesampainya di lokasi, para siswa disambut ramah oleh tim pendamping Jimmy Hantu Foundation. Setelah dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, mereka memulai petualangan yang sarat pengalaman dan makna.

Belajar dari Tanah yang Menghidupi

Petualangan dimulai dari area kebun. Anak-anak belajar mengenali berbagai jenis tanaman sayuran dan buah yang dibudidayakan di sana. Sorak gembira terdengar ketika mereka berkesempatan memanen kangkung langsung dari tanah.

“Wah, ternyata seru sekali nanam dan metik sendiri!” ujar Dita, salah satu siswa, sambil tersenyum bangga memegang ikatan kangkung hasil panennya.

Dari kebun, langkah kecil mereka berlanjut ke area peternakan. Di sana, mereka melihat ayam, ikan, kambing, hingga sapi yang dirawat dengan penuh perhatian. Para pendamping menjelaskan cara merawat hewan ternak dengan sabar dan telaten.

Momen paling berkesan datang saat beberapa siswa mendapat kesempatan mencoba memerah susu sapi. Tawa riang pun pecah ketika susu putih segar mengalir ke ember kecil.
“Baru tahu kalau susunya hangat!” seru salah satu siswa, disambut gelak tawa teman-temannya.

Dari Kedelai hingga Tahu, dari Gabah hingga Beras

Jejak ilmu berlanjut ke pabrik pembuatan tahu. Anak-anak menyaksikan proses pengolahan kedelai — mulai dari perendaman, penggilingan, hingga menjadi tahu siap santap. Mereka tampak terpukau melihat butiran kedelai berubah bentuk menjadi makanan yang akrab di meja makan.

Tak berhenti di situ, rombongan juga diajak ke penggilingan padi. Dari gabah yang digiling, mereka menyaksikan bagaimana beras, dedak (bekatul), dan sekam dihasilkan. Semua hasilnya dimanfaatkan kembali di tempat itu: bekatul menjadi pakan ayam, sekam dijadikan alas kandang.

Dari sana, anak-anak belajar bahwa tidak ada yang terbuang bila kita kreatif dan bijak memanfaatkan alam.

Pesan dari Sang Pendiri

Menjelang siang, kegiatan ditutup dengan pesan inspiratif dari Pak Jimmy, pendiri Jimmy Hantu Foundation. Dengan suara lembut namun berwibawa, ia berpesan kepada para siswa:

Survival, ini adalah jejak Rasul. Rasulullah selalu menyampaikan bahwa makanan terbaik adalah hasil dari tangan sendiri.”

Ia pun menaruh harapan besar kepada para peserta didik Insantama.

“Semoga hari ini menjadi awal anak-anak menjadi contoh teladan masa depan. Mudah-mudahan bisa dimulai dari Insantama.”

Belajar yang Menyentuh Hati

Kegiatan di Jimmy Hantu Foundation bukan sekadar rekreasi edukatif, tetapi juga pengalaman yang menanamkan nilai syukur, tanggung jawab, dan kemandirian. Anak-anak belajar bahwa setiap makanan yang mereka nikmati adalah hasil dari kerja keras banyak tangan dan proses panjang yang penuh kesabaran.

Hari itu, mereka pulang dengan wajah cerah dan hati penuh pelajaran. Di Jimmy Hantu, mereka menapaki jejak ilmu yang akan terus menginspirasi langkah belajar mereka berikutnya.[] Sri Mellia Marinda

Baca lainnya

Jejak Ilmu di Jimmy Hantu

“Di sini senang, di sana senang, di mana-mana hatiku senang… Di Insantama, di Jimmy Hantu, di mana-mana hatiku senang…” Yel-yel ceria itu menggema di udara…