SDIT Insantama Bogor kembali menorehkan prestasi melalui capaian para guru yang meraih juara dalam lomba modul pembelajaran terbaik. Kompetisi ini merupakan bagian dari upaya sekolah menjaga kualitas pembelajaran agar selaras dengan visi dan misi lembaga.
Prestasi tersebut diumumkan dalam upacara pada Senin, 10 November 2025, di hadapan seluruh siswa Insantama. Suasana kebanggaan begitu terasa, menegaskan semangat murid juara, guru juga juara.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Insantama Cendekia (YIC) Ustadz Muhammad Ismail Yusanto menyatakan, kualitas pendidikan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses yang berlandaskan nilai. “Pendidikan adalah output dari input yang dikelola dengan amanah, akuntabilitas, dan profesionalisme. Jika prosesnya benar, hasilnya pun berkualitas,” ujarnya.
Untuk memastikan mutu tersebut, SIT Insantama menerapkan enam prasyarat utama yang dikenal dengan 6i, yaitu sistem tertata rapi, guru mumpuni, karyawan berdedikasi, sarana memadai, dana mencukupi, serta dukungan relasi terkini.
Keberhasilan dalam lomba modul pembelajaran mempertegas pentingnya guru mumpuni. Direktur Layanan Akademik SIT Insantama Adhi Maretnas Harapan, menjelaskan lima karakter guru mumpuni, yakni menjauh dari sikap toxic, menghargai profesi, terus mengembangkan diri, bekerja keras, cerdas, ikhlas, tuntas, dan berkualitas, serta memiliki kebanggaan terhadap profesi guru.
Kualitas modul pembelajaran menjadi indikator profesionalisme guru karena perencanaan yang baik sangat menentukan keberhasilan proses belajar. Seperti ungkapan dalam dunia pendidikan, gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan.[] Siti Sobiah







