Yuk, Daftarkan Ananda di SIT Insantama
Daftarkan putra-putri Ayah Bunda di SDIT-SMPIT-SMAIT Insantama, Sekolah Para Juara dan Calon Pemimpin. Hadir di 24 kota di Indonesia.
Daftar SPMB

Ekspresi Beraksi, Anak Terinspirasi

Suasana ruang makan lantai 3 SDIT Insantama terasa tidak seperti biasanya, Jumat pagi, 8 Agustus 2025, pukul 07.30 WIB. Ruangan yang umumnya dipenuhi aroma sarapan, pagi itu justru dibalut semangat dan rasa penasaran. Siswa-siswi kelas 4 dan 5 tampak duduk rapi, sebagian berbisik antusias, menebak-nebak apa yang akan mereka lihat dan dengar hari itu.

Bagi siswa kelas 4, ini adalah momen perdana mereka untuk mengenal dan memilih kegiatan ekstrakurikuler yang disebut “ekspresi”. Bagi kelas 5, ini adalah saat untuk mempertimbangkan kembali pilihan atau melanjutkan apa yang telah dijalani tahun lalu.

Seketika, suara hangat Pak Abdur—yang bertindak sebagai pembawa acara—menggema membuka kegiatan.

“Siapa yang sudah tidak sabar?” serunya.

Suara riuh dan teriakan semangat pun membuncah memenuhi ruangan. Sebuah pagi yang sederhana. Namun menyimpan awal dari perjalanan besar bagi para siswa dalam menemukan potensi dan minat mereka.

Enam Ekspresi, Enam Warna Semangat

Acara bertajuk Sosialisasi Ekspresi ini merupakan agenda tahunan sekolah yang memperkenalkan enam pilihan kegiatan unggulan. Setiap ekspresi memiliki ciri khas tersendiri, dipandu oleh guru pembimbing sebagai ketua kegiatan:

  1. Kepanduan – Ketua: Pak Ibnu
    Mengajarkan kemandirian, keterampilan lapangan, dan disiplin melalui berbagai kegiatan luar ruang.
  2. Saintis – Ketua: Bu Ade Willy
    Mengajak siswa mengeksplorasi dunia eksperimen dan penemuan ilmiah dengan cara menyenangkan.
  3. PJOK – Ketua: Pak Abdur
    Menumbuhkan sportivitas dan kebugaran melalui olahraga yang beragam dan aktif.
  4. Dokter Kecil – Ketua: Bu Ida
    Membekali siswa dengan dasar-dasar kesehatan dan pertolongan pertama sejak dini.
  5. Bahasa – Ketua: Bu Hasna
    Mengasah kemampuan berbahasa, menulis kreatif, dan public speaking yang percaya diri.
  6. PAI (Pendidikan Agama Islam) – Ketua: Pak Alex
    Menanamkan nilai-nilai Islam, memperbaiki bacaan tilawah, dan membiasakan ibadah harian.

Video, Presentasi, dan Demonstrasi Inspiratif

Satu per satu, para ketua ekspresi maju mempresentasikan kegiatan mereka. Tak hanya berbicara, mereka juga memutar video berisi dokumentasi kegiatan ekspresi sebelumnya. Tayangan-tayangan itu menyentuh imajinasi para siswa—seolah-olah mereka sudah ikut serta dalam kegiatan yang ditampilkan.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah video ekspresi Kepanduan. Adegan baris-berbaris, mendirikan tenda, dan kegiatan jelajah alam menghadirkan nuansa petualangan yang menggugah semangat.

Air Ajaib dari Saintis

Namun puncak kekaguman muncul saat ekspresi Saintis menunjukkan demonstrasi eksperimen bertajuk Air Ajaib Betadin. Di depan mata para siswa, larutan berwarna cokelat berubah jernih seketika. Layaknya sulap, tetapi dibarengi penjelasan ilmiah yang mudah dimengerti.

“Waaahhh!” seru para siswa serempak.

Beberapa siswa bahkan berdiri dan maju ke depan, ingin melihat lebih dekat bagaimana keajaiban itu bisa terjadi. Momen tersebut menjadi bukti bahwa sains tak harus membosankan. Namun bisa menjadi tontonan edukatif yang menyenangkan sekaligus mencerdaskan.

Antusiasme Menular ke Seluruh Ruangan

Sepanjang acara, energi positif terasa menyelimuti ruangan. Siswa-siswi tetap duduk tertib. Namun semangat mereka sulit dibendung. Tepuk tangan terdengar seusai setiap presentasi. Beberapa siswa bahkan bersorak spontan:

“Aku mau masuk Kepanduan!”
“Kayaknya aku cocok di Bahasa!”

Guru-guru yang mendampingi pun tersenyum melihat antusiasme ini. Diskusi kecil antar siswa pun terjadi, saling bertanya dan memberi saran tentang ekspresi mana yang paling cocok.

Menemukan Jati Diri Sejak Dini

Di akhir kegiatan, suasana tak serta-merta mereda. Beberapa siswa masih larut dalam obrolan ringan, mencoba mencocokkan minat mereka dengan pilihan yang tersedia. Sosialisasi ekspresi ini bukan sekadar perkenalan kegiatan, tetapi juga menjadi pintu awal bagi siswa untuk menemukan siapa mereka, apa yang mereka suka, dan ke mana potensi mereka bisa diarahkan.

Di ruang makan lantai 3 pagi itu, tak hanya informasi yang dibagikan. Ada semangat yang ditularkan, inspirasi yang dihidupkan, dan mimpi-mimpi kecil yang mulai tumbuh untuk bersinar di ekspresi yang mereka pilih kelak.[] Ade Willy Surtinih

 

Baca lainnya

Ekspresi Beraksi, Anak Terinspirasi

Suasana ruang makan lantai 3 SDIT Insantama terasa tidak seperti biasanya, Jumat pagi, 8 Agustus 2025, pukul 07.30 WIB. Ruangan yang umumnya dipenuhi aroma sarapan,…