Dari ladang hidroponik hingga lintasan berkuda dan dapur sederhana, setiap ruang ekspresi di SDIT Insantama menjadi medan pembentukan karakter, tempat keberanian dilatih, kemandirian diasah, dan nilai ditanamkan sejak dini.
Menanam Kesabaran
Pada Jumat (29/8/2025), siswa kelas 1 dan 2 SDIT Insantama Pontianak mengikuti ekspresi Farming dengan praktik hidroponik. Kegiatan diawali shalat Dhuha dan pembelajaran bertema Sayangi Diri, Sayangilah Tanamanmu, menegaskan bahwa merawat adalah bentuk syukur.
Dengan gelas bekas, sumbu kain, dan rockwool sederhana, anak-anak menanam benih sawi. Pertanyaan polos, “Menanam pakai air?” membuka rasa ingin tahu. Hari demi hari mereka menyiram dan mengamati hingga kecambah kecil muncul, disambut seruan bahagia.
Menguatkan Diri
Rabu (21/1/2026), siswa kelas 1 dan 5 SDIT Insantama Serang mengikuti ekspresi Berkuda di Noor Stable dan PPB Banten. Setelah pengarahan keselamatan dari Kepala Sekolah Irwan Gunawan serta pelatih, mereka berlatih teknik dasar walking, trot, dan canter bersama Muhammad Nisfi, atlet PON peraih juara 1.
Keraguan saat pertama menaiki kuda perlahan berubah menjadi keyakinan. Di atas punggung kuda, anak-anak belajar mengendalikan diri sebelum mengendalikan hewan yang ditunggangi.

Mengasah Kemandirian
Di sudut lain Insantama Serang, siswa kelas 3 mengikuti ekspresi Cooking dengan menu spageti lengkap. Mereka memotong, merebus, mencampur, dan menyajikan bersama tim pendamping.
Proses ini melatih ketelitian, kerja sama, dan tanggung jawab. Anak-anak belajar berbagi tugas dan menuntaskan pekerjaan. Kebanggaan terpancar saat masakan dinikmati bersama, bahkan ada yang mulai bermimpi menjadi koki.
Ladang mengajarkan kesabaran. Lintasan melatih keberanian. Dapur menumbuhkan kemandirian. Beragam ruang, satu arah: membentuk pribadi tangguh sekaligus utuh.[] Bu Mai-Nasuhi






