Di dua ruang berbeda, semangat yang sama tumbuh dan saling menguatkan: menghadirkan pendidikan Al-Qur’an yang bukan hanya berprestasi, tetapi juga membentuk karakter. Di satu sisi, SIT Insantama Bandar Lampung dipercaya menjadi tuan rumah agenda perdana Korcab Qiraati Lampung.
Di sisi lain, ruang sidang tahfidz menghadirkan suasana hening yang sarat makna, ketika anak dan orang tua sama-sama belajar tentang tanggung jawab dan kepercayaan. Dari hening yang melatih keteguhan hingga capaian yang membanggakan, keduanya bertemu dalam satu tujuan: membangun generasi Qur’ani yang kuat ilmu, kokoh adab, dan matang sikap.
Hening yang Menguatkan

Di SDIT Insantama Pontianak, Sabtu (20/12/2025), delapan siswa mengikuti sidang tahfidz: tujuh siswa Juz 30 dan satu siswa Juz 29. Mereka maju bergiliran, melafalkan ayat dengan suara terjaga dan tempo tertata, buah dari proses pembinaan yang panjang dan konsisten.
Para orang tua menyimak dalam diam, tanpa bisikan koreksi dan tanpa isyarat bantuan. Diam itu bukan sekadar suasana, melainkan ruang pembentukan mental: tempat anak belajar berdiri di atas kemampuannya sendiri. Di ruang hening itulah kepercayaan ditumbuhkan, keberanian diteguhkan, dan karakter dikuatkan.
Prestasi yang Membanggakan
Sementara itu, pada 24–25 Januari 2026, SIT Insantama Bandar Lampung menjadi tuan rumah agenda perdana Korcab Qiraati Lampung. Kegiatan meliputi EBTaQ, Tashih, MMQ, serta ramah tamah bersama tim DKP Qiraati Semarang.
Meski baru berdiri sekitar enam bulan, Korcab Qiraati Lampung menunjukkan keseriusan dalam membangun mutu pembelajaran Al-Qur’an. Kehadiran tim pusat menjadi bentuk pendampingan sekaligus evaluasi langsung terhadap pelaksanaan program. Apresiasi pun disampaikan oleh KH Chudlori atas penyelenggaraan yang dinilai baik dan menggembirakan.
Prestasi tercatat membanggakan: 13 siswa peserta EBTaQ dinyatakan lulus 100 persen. Capaian ini bukan sekadar angka kelulusan, melainkan cerminan proses yang dijaga mutunya dengan disiplin dan istiqamah.[] Amin-Falsa Mukhlisan







