Ingin Keren? Yang Muda yang Berkarya

-

Pemuda muslim sejatinya mampu berkarya. Tidak terperangkap dalam kesia-siaan yang menghabiskan waktu hingga menyulitkan masa depannya. Perlu bekal ilmu.

Fungsi ilmu adalah untuk beramal. Dari amal terlahirlah karya. Jika tidak berkarya, lantas bagaimana kemanfaatan ilmunya? Karenanya, berkarya harus menunjuk sesuatu yang positif, tentunya berasal dari amal baik.

Berkarya pun bukan untuk menjadi terkenal, sebab ini akan menjadi ancaman. Di tengah derasnya arus medsos alias media sosial yang tak terbendung, orang membuat karya demi sebuah sensasi agar terkenal, itu dapat terjadi. Bersiaplah terimbas gempuran netizen dengan beragam karakternya.

Pembahasan yang menarik ini, disampaikan Ustadz Hawaariyun, pemuda populer di sosial media yang mendakwahkan Islam dengan paras rupawan. Ia juga seorang penulis yang berpengaruh terhadap semangat perubahan anak muda. Dituangkan pada acara Talkshow BK (Bimbingan dan Konseling) untuk seluruh siswa SMAIT Insantama pada (22/8/2023) di Auditorium dengan bertemakan “Yang Muda yang Berkarya”. Persembahan Tim BK yang menyelenggarakan agenda besar untuk pencerahan siswa dengan hal menarik dan gaya kekinian.

“Orang-orang sukses dan orang-orang pecundang waktunya sama 24 jam. Ada orang yang dalam satu hari mampu berbuat banyak hal tetapi ada juga orang dalam satu hari pekerjaannya tidak selesai-selesai,” seru Ust Hawariyun dengan semangat memotivasi siswa seluruhnya.

Beliau mengingatkan dengan tegas tentang perlunya masa depan bagi pemuda dengan beramal shalih sehingga menghasilkan karya. Tak terbayang seperti apa bila pemuda hari ini, menjadi kaum rebahan, pecandu sosmed, senang menongkrong dan tertawa-tawa tak bisa diharapkan kecuali masa depan akan suram.

Di era serba digital, besar peluang orang untuk berkarya. Kendati demikian, sebagai pemuda muslim tidak keluar dari apa yang di syariatkan-Nya. Artinya zaman kemudahan ini dimanfaatkan untuk menghasilkan karya dengan amal shalihnya. Bahwa tujuan manusia diciptakan pun untuk beribadah mengabdi kepada Allah, tentunya dengan amal yang benar hingga bermanfaat bagi sesama.

Motivasi untuk berkarya itu tidak akan bermanfaat kalau kita tidak mulai dari diri kita sendiri. Melihat motivasi seseorang dari sikapnya. Motivasi sesungguhnya berasal dari kesadaran diri. Bila tidak punya kesadaran diri maka tetap akan terbawa oleh lingkungan, atau teman sehingga menyulitkan berkarya.